Stok Panen Menipis, Harga Beras Bojonegoro Masih Stabil

Ilustrasi beras. (Solopos/Sunaryo Haryo Bayu)
28 Juli 2018 14:05 WIB Newswire Madiun Share :

Madiunpos.com, BOJONEGORO -- Harga berbagai jenis beras di Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, masih stabil dalam sepekan terakhir, meski ada kecenderungan naik karena hasil panen padi sudah menipis.

"Harga berbagai jenis beras panen, juga beras paket masih stabil. Tapi, kemungkinan akan segera naik, sebab panen tanaman padi sudah menipis," kata pedagang beras Kharis di Pasar Banjarjo, Kecamatan Kota, Bojonegoro, Jumat (27/7/2018).

Dia membeberkan harga beras panen baru di tingkat pedagang dan penggilingan padi sudah mulai naik sekitar Rp200/kilogram, sejak sepekan lalu.

"Tapi saat ini saya masih menjual beras kualitas premium dengan harga tetap sama dengan sebelumnya berkisar Rp8.500-Rp8.8000/kilogram. Beras paket produksi Bojonegoro dan Tuban juga belum naik," kata dia yang dibenarkan pedagang beras lainnya, Indah dan Sakip.

Meski hasil panen padi lokal dan juga Tuban sudah menipis, Kharis mengaku masih bisa membeli beras panen baru rata-rata sekitar lima ton per hari.

Jumlah pembelian itu berkurang dibandingkan pembelian beras dalam kondisi normal yang bisa mencapai 8 ton per harinya.

Data di Pasar Banjarjo dan Pasar Kota menyebutkan harga beras paket merek Terate produksi Tuban Rp11.300/kilogram, Lumbung Padi dan Fortune produksi Mojokerto Rp10.700/kilogram dan Sekar Kedaton Rp10.000/kilogram.

Selain itu, beras paket merek Rajalele produksi Bojonegoro Rp8.800/kilogram, Mahkota Rp11.000/kilogram, dan beras Jawa Rp23.000/kilogram.

Wakil Kepala Bulog Suvdivre III Bojonegoro Edy Kusuma mengatakan pihaknya hanya melakukan pembelian beras kualitas medium dengan harga Rp8.030/kilogram.

"Pembelian kualitas premium sudah kami hentikan beberapa waktu lalu," ujarnya.

Edy Kusuma menambahkan pengadaan pangan di Bojonegoro, Tuban, dan Lamongan, masih terus berjalan dan tidak terpengaruh kemarau dengan jumlah pembelian rata-rata berkisar 300-400 ton per hari.

"Dalam pengadaan mitra yang terlibat jumlahnya cukup banyak termasuk ada juga gabungan kelompok tani (gapoktan)," ucapnya.

Silakan KLIK dan LIKE untuk lebih banyak berita Madiun Raya

 

Tokopedia

Sumber : Antara