Tampilkan Seni Bersilat, 225 Pesilat Unjuk Gigi di Madiun

Salah satu peserta Kejuaraan Wali Kota Cup Festival Seni Pencak Silat Nusantara menampilkan gerakan seni dihadapan juri dan penonton di GOR Wilis, Kota Madiun, Kamis (26/7 - 2018) malam. (Madiunpos.com/Abdul Jalil)
27 Juli 2018 09:10 WIB Abdul Jalil Madiun Share :

Madiunpos.com, MADIUN -- Sebanyak 225 pesilat dari 20 perguruan silat se-Jawa Timur berunjuk gigi di Kejuaraan Wali Kota Cup Festival Seni Pencak Silat Nusantara di GOR Wilis Kota Madiun. Para pesilat ini akan beradu untuk menampilkan gerakan seni bela diri yang menarik dan indah.

Sebanyak 225 pesilat ini terdiri dari 135 pesilat putra dan 88 pesilat putri. Mereka berasal dari berbagai daerah seperti Malang, Ngawi, Ponorogo, Magetan, Nganjuk, Kabupaten Madiun, dan Kota Madiun.

Penampilan para pesilat ini menyedot perhatian masyarakat, Kamis (26/7/2018) malam. Satu per satu pesilat putri unjuk gigi menyajikan penampilan terbaiknya di hadapan para juri dan penonton yang menyaksikan.

Pesilat itu menggerakan tubuhnya dengan diiringi suara gamelan. Setiap pesilat membawa senjata seperti pedang, sabit, hingga tongkat untuk memperagakan seni pencak silat. Tepuk tangan dari penonton pun terus membahana seusai setiap peserta tampil.

Kejuaraan Wali Kota Cup Festival Seni Pencak Silat Nusantara ini digelar dalam rangka peringatan ke-100 tahun Hari Jadi Kota Madiun. Kejuaraan ini digelar sslama tiga hari Rabu-Jumat (25-27/7/2018).

Kasi Keolahragaan Disbudparpora Kota Madiun, Gamal Arvan Arvandie, mengatakan pada Kamis ini peserta menyuguhkan penampilan berpasangan dan tunggal putri. Pada hari pertama, peserta menampilkan seni pencak silat yang dikonsep seperti fragmen sehingga peserta seperti memainkan cerita. Namun, tetap menonjolkan seni pencak silatnya.

Peserta memperagakan seni pencak silat dengan tangan kosong hingga menggunakan senjata. Peserta yang membawa pengrawit bakal mendapatkan nilai tambah. Sedangkan peserta yang memggunakan latar musik rekaman bakal mendapat pengurangan nilai.

"Dalam festival ini ada dua kategori dan tujuh predikat yang dinilai," kata dia, Kamis.

Kategori penampilan terbaik perseorangan putra dan putri serta kategori penampilan berpasangan putra dan putri. Ada juara satu sampai enam di masing-masing kategori. Sedangkan untuk kategori beregu terdapat predikat koreografer terbaik, pemeran putra dan putri terbaik, penata artistik terbaik, penata musik terbaik, busana terbaik, dan penyaji terbaik.

"Peserta yang paling banyak mendapat juara secara otomatis menjadi juara umum dan berhak mendapat piala bergilir," jelas dia.