855 Anak Kota Madiun Mengalami Stunting

Ilustrasi stunting (Solopos/Whisnupaksa Kridhangkara)
25 Juli 2018 18:05 WIB Newswire Madiun Share :

Madiunpos.com, MADIUN -- Angka kasus stunting (kekerdilan) di wilayah Kota Madiun diklaim terus menurun sejak tahun 2015. Berdasarkan data Dinas Kesehatan dan Keluarga Berencana (Dinkes dan KB), angka kasus stunting pada tahun 2015 di Kota Madiun mencapai 1.504 anak atau 17,46 persen.

Jumlah tersebut menurun di tahun 2016 yang menjadi 1.345 anak atau 16,61 persen dan di tahun 2017 menurun lagi hingga tersisa 14,72 persen.

"Pada tahun 2018, hingga bulan ini tercatat tinggal 855 anak atau 9,79 persen kasus anak yang tumbuh kembangnya di bawah normal," ujar Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Dinkes dan KB Kota Madiun, Ismudoko, kepada wartawan, Rabu (25/7/2018).

Ismudoko menambahkan terus menurunnya kasus stunting di Kota Madiun tersebut tak lepas dari pemenuhan standar pelayanan minimal di bidang kesehatan di wilayah setempat.

Khusus pada anak, pelayanan dimulai sejak dari dalam kandungan.

Menurut dia, Dinkes berupaya memperhatikan kebutuhan ibu hamil seperti memberikan berbagai tambahan nutrisi bagi ibu hamil yang memiliki berat rendah dan lainnya.

Setelah bayi lahir juga perlu diperhatikan banyak hal, di antaranya imunisasi wajib hingga usia bayi satu tahun. Selain itu, kegiatan di posyandu terus digalakkan, mulai dari timbang badan hingga konsultasi masalah anak.

"Kota Madiun termasuk dalam kategori baik karena kasus stunting berada di bawah 20 persen. Itu suatu capaian yang bagus," kata dia.

Prinsipnya, lanjut Ismudoko, Pemkot Madiun terus berupaya maksimal agar pelayanan kesehatan, terlebih bagi ibu hamil dan anak balita, dapat optimal. Dengan demikian, anak-anak dapat bertumbuh kembang dengan baik.

Silakan KLIK dan LIKE untuk lebih banyak berita Madiun Raya

Sumber : Antara