Tim Pemenangan Ahmad Dawami-Hari Wuryanto Ungkap Ada Pihak Tak Legawa

Bupati dan Wakil Bupati Madiun terpilih, Ahmad Dawami Ragil Saputro dan Hari Wuryanto, menyampaikan sambutan seusai ditetapkan sebagai pemenang Pilkada 2018, Rabu (25/7 - 2018). (Madiunpos.com/Abdul Jalil)
25 Juli 2018 20:05 WIB Abdul Jalil Madiun Share :

Madiunpos.com, MADIUN -- Pemilihan bupati dan wakil bupati Madiun sudah selesai dan terpilih pasangan calon Ahmad Dawami Ragil Saputro dan Hari Wuryanto. Pasangan tersebut telah ditetapkan KPU sebagai pemenang pilkada 2018, Rabu (25/7/2018).

Namun, tim pemenangan paslon nomor urut satu tersebut mencium masih adanya orang-orang dalam pemerintahan Kabupaten Madiun yang belum legawa terhadap kemenangan Ahmad Dawami-Hari Wuryanto.

Pantauan Madiunpos.com di lokasi Rapat Pleno Terbuka di KPU Kabupaten Madiun, Rabu siang, penetapan pemenang Pilkada Madiun 2018 hanya dihadiri calon bupati nomor urut dua, Rio Wing Dinaryhadi. Rio tidak didampingi pasangan wakil bupatinya, Sukiman. Sedangkan paslon nomor urut tiga, Djoko Setijono-Suprapto tidak terlihat di acara itu.

Bupati Madiun Muhtarom juga tidak hadir di rapat pleno tersebut, namun diwakili Iswanto selaku wakil bupati.

Ketua Tim Kampanye Ahmad Dawami-Hari Wuryanto, Dimyati Dahlan, meminta kepada seluruh pimpinan organisasi perangkat daerah (OPD) di Kabupaten Madiun untuk bersatu menyambut pemimpin baru. Jangan sampai ada kesan perpecahan di tubuh pemerintahan pasca-Pilkada ini berlangsung.

Dimyati menyebut ada sebagian pejabat di OPD Kabupaten Madiun belum menerima kenyataan terkait terpilihnya Ahmad Dawami-Hari Wuryanto. Menurut dia, hal itu terlihat dari beberapa pejabat yang tidak hadir dalam acara tersebut.

"Seluruh pimpinan OPD di Kabupaten Madiun. Saya tanya ke KPU, semua diundang. Saya khawatir mereka belum menerima ini. Yang sudah ya sudahlah. Ya kenyataannya seperti ini, Berkah [sebutan untuk paslon Ahmad Dawami-Hari Wuryanto] terpilih. Dengan sekitar 160.000 suara. Jadi kenyataan ya harus diterima," terang Dimyati seusai acara Rapat Pleno Terbuka.

Dia menyebut bupati terpilih juga bukan malaikat, sehingga jangan dipaksa dalam permasalahan benturan-benturan dalam kepentingan.

"Kita berharap semua komponen bangsa menerima. Madiun milik bersama. Berkah milik semua. Berkah tidak hanya milik pemilih saja, tetapi milik semua," jelas dia.

Penataan personel di Pemkab Madiun melalui mutasi pejabat, kata dia, itu menjadi salah satu hal yang wajar dilakukan. Penataan personel ini dalam rangka untuk mewujudkan visi dan misi yang telah dicantumkan bupati dan wakil bupati terpilih.

Bupati terpilih, Ahmad Dawami Ragil Saputro, menyatakan pihaknya akan melakukan konsolidasi dengan berbagai pihak pasca-Pilkada ini. Salah satu tujuannya untuk menyatukan kembali sesuatu yang sempat berbeda pada saat pertarungan di pilkada lalu.

"Kami langsung menyatukan seluruh pihak. Berusaha menyatukan kembali apabilan ada perbedaan," ujar dia.

Ahmad Dawami yang akrab disapa Kaji Mbing menambahkan hingga kini baru mendapatkan ucapan selamat secara pribadi dari calon bupati Madiun, Rio Wing Dinaryhadi. Sedangkan calon bupati nomor urut tiga, Djoko Setijono, belum mengucapkan selamat secara pribadi.

"Kalau Rio kan ketemu di sini. Jadi sudah menyampaikan selamat di sini," kata Kaji Mbing.

Mengenai ketidak hadiran Bupati Madiun Muhtarom, Wakil Bupati Madiun Iswanto menyampaikan bupati sedang ada acara dalam rangkaian Hari Jadi Kabupaten Madiun. Dia berharap perjalanan bupati dan wakil bupati terpilih lima tahun ke depan bisa lancar sampai akhir.

"Kami sampaikan terimakasih karena Pilkada Serentak di Kabupaten Madiun bisa berjalan dengan baik. Selain itu tidak ada gugatan pilkada ke MK," terang dia. 

Silakan KLIK dan LIKE untuk lebih banyak berita Madiun Raya