42 Calhaj Lansia Tulungagung Dipercepat Berangkat Haji

Petugas menyita barang bawaan calon jemaah haji (Istimewa/Kemenag.go.id)
24 Juli 2018 06:05 WIB Newswire Madiun Share :

Madiunpos.com, TULUNGAGUNG -- Jumlah calon jemaah haji (CJH/calhaj) asal Kabupaten Tulungagung Jawa Timur dari jalur prioritas karena lanjut usia atau di atas 75 tahun ada sebanyak 42 orang. Mereka mendapat percepatan pemberangkatan haji tahun ini meski baru 3-4 tahun mendaftarkan diri.

"CJH cadangan karena usia lanjut yang diberangkatkan ini sudah melalui proses seleksi dengan menyesuaikan slot kursi kosong tersedia karena ada CJH reguler yang berhalangan berangkat tahun ini," kata Kasi Penyelenggara Haji dan Umroh kementerian Agama (Kemenag) Tulungagung, Imron Rosadi, di Tulungagung, Minggu (22/7/2018).

Dia menambahkan jumlah CJH prioritas lansia yang terdata hingga 2018 sebenarnya ada 212 orang. Namun, tambah imron Rosadi, hanya 42 orang memenuhi syarat untuk diikutkan dalam jadwal pemberangkatan tahun 2018 ini.

"Untuk bisa ikut program prioritas ini, yang bersangkutan mengajukan dispensasi ataupun permohonan ke Kemenag," ujarnya.

Dia mengemukakan yang dimaksudkan prioritas merupakan CJH yang sudah memenuhi persyaratan. Salah satu syaratnya adalah usia calhaj minimal 75 tahun atau lebih.

Selain itu, yang bersangkutan harus sudah memiliki kursi dalam daftar tunggu keberangkatan haji minimal tiga tahun. "Artinya, jika ada CJH berusia 90 tahun namun dalam daftar tunggu baru satu tahun, tetap tidak bisa," katanya.

Selain CJH prioritas, rombongan CJH dari Tulungagung juga mendapat tambahan jatah kursi untuk 30 orang yang sebelumnya masuk daftar tunggu.

"Dari data Kemenag, cadangan berjumlah 98 orang. Dari jumlah itu, CJH yang sudah melunasi sekitar 60 orang. Sedangkan yang dipanggil untuk berangkat tahun ini sekitar 30 orang," jelasnya.

Berdasarkan Data Kantor Kemenag Tulungagung, CJH dari daerah itu dibagi menjadi tiga kloter, yakni 49, 50, dan 51.

Dalam setiap kloter ada satu ketua, satu kiai, ditambah tiga petugas kesehatan. "CJH tahun ini 60 persen berusia 50 tahun ke atas," katanya.

Imron menambahkan, para CJH dalam manasik haji sudah mendapat pembekalan. Salah satunya diimbau menjaga kesehatan terutama saat berada di Tanah Suci. Terlebih sekarang, di Tanah Suci kondisi cuaca cukup panas.

"Bulan Juli-Agustus cuacanya panas. Para CJH juga diminta pahami manasik sehingga bisa jadi haji yang mandiri," tambahnya.

Silakan KLIK dan LIKE untuk lebih banyak berita Madiun Raya

Tokopedia

Sumber : Antara