Nelayan Takut Angin Kencang, Pasokan Ikan Laut ke Bojonegoro Turun 50%

Hasil tangkapan ikan laut. (Bisnis/Paulus Tandi Bone)
24 Juli 2018 04:05 WIB Newswire Madiun Share :

Madiunpos.com, BOJONEGORO -- Nelayan di Pantura Tuban Jawa Timur tidak melaut sejak 10 hari terakhir karena angin kencang dan gelombang tinggi. Akibatnya, pasokan berbagai ikan laut di Bojonegoro yang didapat dari Tuban menyusut drastis lebih dari 50 persen dibandingkan dengan kondisi normal.

"Kapal penangkap ikan milik saya tidak berangkat melaut karena angin kencang sejak 10 hari lalu," kata seorang pedagang ikan laut di Pasar Kota, Bojonegoro, Hanik, di Bojonegoro, Sabtu (21/7/2018).

Menurut Hanik asal Palang, Tuban, kalau kapal miliknya melaut rata-rata bisa memperoleh berbagai aneka ikan laut sekitar 2 ton sekali melaut. Hasil perolehan kapal penangkap ikan miliknya itulah yang kemudian dipasarkan sejumlah saudaranya juga pedagang lainnya di Pasar Kota, Bojonegoro, juga tempat lainnya.

Meski demikian, Hanik mengaku masih bisa memperoleh pasokan ikan laut dari pedagang pemasok yang memperoleh ikan dari Pelabuhan Brondong, Lamongan, dengan jumlah terbatas.

"Saya biasanya kalau kondisi normal bisa memperoleh aneka ikan laut sekitar 75 kilogram per hari. Tapi dalam beberapa hari terakhir hanya berkisar 10-12 kilogram per harinya," ucap pedagang ikan laut di pasar setempat, Lina, menambahkan.

Baik Hanik maupun Lina menjelaskan sejumlah ikan laut tidak ada di pasaran, antara lain, tenggiri, kakap, dorang, calang, barakuda, dan rajungan.

"Rajungan di Tuban sebenarnya ada tapi harganya lebih dari Rp100.000 per kilogram. Pedagang tidak ada yang berani memasarkan," ucap Lina.

Dengan berkurangnya pasokan ikan laut di daerah setempat, menurut Lina, harga berbagai aneka ikan laut stabil tinggi.

Di pasar setempat harga ikan laut tongkol/tuna Rp35.000/kilogram, cumi-cumi Rp50.000/kilogram, nus Rp35.000/kilogram, dan udang laut Rp40.000-Rp70.000/kilogram.

Hal senada disampaikan seorang pedagang ikan lainnya juga di pasar setempat Bambang yang menyebutkan berkurangnya pasokan berbagai aneka ikan laut tidak mengakibatkan harga ikan air tawar naik.

"Harga ikan air tawar tetap stabil. Ya mungkin panen berbagai aneka ikan air tawar lokal, juga di Lamongan melimpah," ucapnya.

Harga ikan air tawar untuk lele Rp20.000/kilogram, patin/jambal Rp22.000/kilogram, nila berkisar Rp25.000-Rp30.000/kilogram, bandeng Rp20.000-Rp30.000/kilogram, gurami Rp35.000-Rp40.000/kilogram dan belut Rp70.000/kilogram.

Silakan KLIK dan LIKE untuk lebih banyak berita Madiun Raya

Sumber : Antara