Pedagang Galau Harga Daging Ayam di Malang Terus Melejit

ilustrasi harga daging ayam. (Solopos/Dok)
23 Juli 2018 10:05 WIB Newswire Madiun Share :

Madiunpos.com, MALANG -- Harga daging ayam potong maupun ayam kampung di pasar tradisional di Kota Malang terus melambung mencapai angka Rp40.000 hingga Rp42.000 per kilogram. Padahal sebelum Ramadan lalu, harga daging ayam potong hanya berkisar Rp25.000 hingga Rp26.000 per kilogram.

Berdasarkan pantauan di sejumlah pasar tradisional wilayah Kota Malang, Minggu (22/7/2018), memperlihatkan sejak bulan Ramahan hingga Lebaran 2018, bahkan hingga saat ini harga daging ayam potong terus melambung mencapai harga Rp42.000 per kilogram.

Tokopedia

"Sebelum Ramadan, harga daging ayam potong mencapai Rp25.000 hingga Rp26.000. Memasuki bulan Ramadan naik secara perlahan hingga menyentuh angka Rp30.000-Rp32.000 per kilogram dan Lebaran seharga Rp40.000 hingga Rp43.000 per kilogram, sekarang harganya masih tetap tinggi," kata pedagang ayam di Pasar Tunggulwulung Kota Malang, Bambang.

Bambang menuturkan harga ayam kampung juga terus naik.

"Hampir tiap hari ada kenaikan harga antara Rp1.000-Rp1.500 per ekor. Sekarang harga ayam kampung rata-rata Rp80.000 sampai Rp90.000 per ekor [ukuran sedang]," ujarnya.

Ia mengatakan ayam kampung ukuran besar (jago) atau betina seberat 2 sampai 2,5 kilogram seharga Rp100.000-Rp120.000 per ekor. Selain ayam potong dan ayam kampung, harga ayam merah juga naik.

"Saya kulakannya Rp43.000 per ekor untuk ukuran tanggung [sedang], jualnya ke konsumen pelanggan kadang-kadang merugi karena pelanggan tetap [penjual soto] tidak mau naik. Kalau saya naikkan mereka berhenti berlangganan," katanya.

Dengan kondisi seperti sekarang ini, katanya, dirinya hanya mengandalkan jasa pemotongan ayam dari pelanggan rumahan dan konsumen non-pelanggan tetap.

"Sudah tiga bulan terakhir ini kondisi penjualan ayam kampung maupun ayam merah sulit didapat karena berbagai alasan dari peternak maupun distributor," tuturnya.

Alasan tersebut, lanjutnya, di antaranya adalah mahalnya harga pakan dan gagal panen, termasuk untuk telurnya.

"Sebelum harga telur dan daging ayam mahal, setiap hari saya masih dapat lima sampai tujuh butir telur ayam kampung dan ayam merah, tapi sekarang sama sekali tidak ada karena peternak menghabiskan dulu telur ayamnya sebelum dijual untuk dipotong," katanya.

Sementara itu, harga telur mulai berangsur turun. Sebelumnya harga telur mencapai Rp29.000 hingga Rp30.000 per kilogram.

"Sekarang sudah mulai turun menjadi Rp26.000 sampai Rp27.000 per kilogram," kata penjual berbagai kebutuhan pokok di Pasar Dinoyo Kota Malang, Yati.

 Sebelum ada kenaikan harga pada Ramadan hingga Lebaran, harga telur ayam ras hanya Rp19.000 hingga Rp20.000 per kilogram.

Silakan KLIK dan LIKE untuk lebih banyak berita Madiun Raya

 

Sumber : Antara