Mahasiswi Unair Bikin Spray Pereda Stres dari Daun Kemangi

Proses produksi B/Fress di Laboratorium Fakultas Sains dan Teknologi Universitas Airlangga Surabaya. (Bisnis/Istimewa)
23 Juli 2018 04:05 WIB Choirul Anam Madiun Share :

Madiunpos.com, MALANG — Daun kemangi (Ocimum sanctum L) yang biasa digunakan sebagai lalapan ternyata memiliki manfaat tak terduga. Daun yang punya bau khas itu juga berkhasiat menurunkan stres.

Hal itu karena daun kemangi mengandung senyawa flavonoid dan berperan sebagai antistres yaitu zat adaptogen, zat yang mampu membantu tubuh mengendalikan stres dan keseimbangan mental. 

Demikian penelitian dari mahasiswi jurusan Kimia Fakultas Sains dan Teknologi (FST) Universitas Airlangga (Unair) yang tergabung dalam tim Program Kreativitas Mahasiswa bidang Kewirausahaan (PKMK) 2018.

Mereka adalah Irmayanti Tri Kurnia, Nisa’ur Rosyidah, Melly Octaviany, Ummi Khoirun Nisa, dan Zaida Nur.

Ketua Tim PKMK 2018, Imana Irmayanti Tri Kurnia, mengatakan kemangi dapat diolah menjadi produk spray yang memiliki khasiat sebagai alternatif menurunkan tingkat stres seseorang.

Spray tersebut berpotensi dikembangkan karena sejauh ini belum ditemukan industri obat-obatan yang menjual produk antistres,” ucapnya dalam keterangan resminya yang diterima Bisnis/JIBI, Senin (2/7/2018).

Dia menyoroti fenomena tingginya tingkat stres di masyarakat itu yang diketahui setelah tim menyebar kuesioner secara online dan offline.

Irmayanti menjelaskan tingkat stres tidak hanya dialami oleh kalangan mahasiswa-mahasiswi, tetapi juga banyak pekerja berat di kantor, rumah, pabrik, dsb, yang disebabkan oleh tingginya berbagai tekanan dalam kehidupan.

”Selama ini kebanyakan masyarakat menggunakan obat-obatan sintesis kimia untuk mengurangi stresnya, dan sebenarnya itu justru berpotensi menyebabkan ketergantungan serta dapat membahayakan kesehatan di masa depan,” ucapnya.

Kemangi jadi pilihan karena selain tanaman khas Indonesia juga mudah ditemukan di lingkungan masyarakat yang dikenal sebagai lalapan.

Aroma daunnya yang khas itu karena kandungan sitral yang tinggi sehingga daun kemangi mengandung senyawa flavonoid dan berperan sebagai anti-stres yaitu zat adaptogen.

”Kami membuat produk ini dengan cara ekstraksi daun kemangi berupa maserasi untuk diambil ekstraknya secara murni,” tutur Irmayanti.

Nisa’ur Rosyidah menambahkan proses pembuatan ekstrak kemangi ini diawali dengan melakukan maserasi menggunakan etanol 70% agar semua ekstrak daun kemangi dapat keluar keseluruhan.

Etanol 70% digunakan sebagai bahan sterilisasi, juga sebagai pengawet.

Setelah dimaserasi, etanol diuapkan menggunakan vacuum rotary evaporator, sehingga hanya tersisa ekstrak kemangi murni dan dilanjutkan ke proses pencampuran ekstrak kemangi dengan bahan tambahan lain seperti gliserin dan akuades.

”Gliserin kami tambahkan karena dapat membantu meningkatkan kesehatan kulit dan menyembuhkan permasalahan pada kulit, yang kami peroleh dari kombinasi minyak nabati dan air. Karena gliserin memiliki sifat kelembapan yang dapat menjaga kulit tetap lembap,” kata Zaida Nur Imana.

Cara penggunaan produk yang mereka beri nama B-Fress (Body Fragrance Spray Anti-Stress) sangat mudah. Cukup disemprotkan ke wajah sebanyak 2-3 semprotan dalam sekali pemakaian.

Cara spray dipilih karena tidak semua orang bisa minum obat (kapsul) secara oral, sehingga cara penyemprotan lebih memudahkan pemakai.

Selain itu aromaterapinya langsung terhirup sehingga wajah langsung terlihat lebih segar dan pikiran juga langsung rileks.

Keunggulan produk B-Fress ini antara lain merupakan produk anak bangsa yang memanfaatkan kekayaan alam Indonesia, kemudian dijual dengan harga yang terjangkau, manfaatnya sangat besar, aman digunakan, efektif, dan efisien dalam mengurangi stress.

”Sejauh ini kami belum pernah melihat industri obat-obatan yang menjual produk antistress, sehingga inovasi wirausaha ini sangat potensial dikembangkan dimasa mendatang,” kata Melly Oktaviani.

Mereka menuliskan inovasinya itu dalam proposal berjudul ”B-Fress (Body Fragrance Spray Anti-Stress) Body Spray Ekstraksi Tanaman Kemangi (Ocimum Sanctum L) Sebagai Upaya Mengurangi Tingkat Stres.”

Di bawah bimbingan dosen Harsasi Setyawati, proposal tersebut berhasil lolos seleksi Dikti dan memperoleh hibah dana penelitian Kemenristekdikti dalam program PKM tahun 2018.

Silakan KLIK dan LIKE untuk lebih banyak berita Madiun Raya