Kisah Inspiratif: PNS Madiun Ubah Limbah Kayu Jadi Hiasan Bernilai Ekonomis

Agus Budhiarto sedang memasang tangkai daun plastik di kayu yang telah dilubangi di teras rumahnya Jl. Kerto Manis I No. 10, Kelurahan Manisrejo, Kota Madiun, Rabu (18/7 - 2018). (Madiunpos.com/Abdul Jalil)
22 Juli 2018 14:00 WIB Abdul Jalil Madiun Share :

Madiunpos.com, MADIUN – Siapa sangka limbah bisa menjadi barang yang bernilai ekonomi tinggi. Dengan tangan kreatifnya, Agus Budhiarto, mematahkan anggapan limbah adalah sampah yang harus dibuang. Justru dari limbah itu, Agus mampu menciptakan barang cantik dengan harga yang mencapai jutaan rupiah.

Agus yang kini berusia 50 tahun memanfaatkan limbah yang dibuang masyarakat dan dijadikan pohon hias yang cantik dan menawan.

Tokopedia

Pria yang bekerja sebagai PNS di Pemkot Madiun ini menceritakan proses kreatifnya itu sebenarnya baru dijalankan beberapa bulan lalu. Namun, kegalauannya terhadap nasib miris barang limbah sudah dirasakannya bertahun-tahun. Ia melihat miris barang limbah berupa kayu terbuang sia-sia. Padahal kayu itu memiliki nilai yang cukup tinggi.

Setelah melalui perenungan panjang dan mengumpulkan limbah kayu. Dengan bekal keterampilan yang diberikan orang tuanya dan belajar dari video Youtube, Agus mulai membuat kerajinan tangan berupa pohon hias yang diberi merk dagang Desuga.

Warga Jl. Kerto Manis I No. 10, Kelurahan Manisrejo, Kota Madiun ini menceritakan awalnya limbah kayu yang telah dipilih dibersihkan dan dibentuk sesuai keinginan. Setelah kayu bersih dan dihaluskan kemudian diplitur.

Kayu yang telah diplitur kemudian dikeringkan. Setelah itu baru dibor dengan mesin. Bagian yang telah dibor kemudian diberi daun dan bunga plastik.

"Sebelumnya ujung tangkai bunga dan daun plastik dikasih lem kemudian baru dimasukkan ke bagian yang dibor," kata dia di rumahnya, Rabu (18/7/2018).

Daun dan bunga plastik itu dipasang di seluruh bagian kayu yang telah diatur. Pohon akan terlihat rimbun dengan belasan tangkai daun.

"Untuk daun dan bunga plastik dibeli di Solo karena harganya lebih murah dibandingkan beli di Madiun," ujar dia.

Setelah daun dan bunga terpasang semuanya, barulah dikuatkan posisi kayu tersebut yang ada di dalam pot. Jadilah kerajinan pohon dari limbah kayu.

Untuk kayu yang digunakan, kata dia, kayu yang mudah dibentuk seperti kayu mangga, kayu mahoni, dan kayu jati.

Saat ini sudah ada puluhan hasil karya yang telah dihasilkannya. Dirinya juga menerima pesanan sesuai dengan keinginan konsumen. Sehingga konsumen bisa memilih jumlah daun, bunga, sampai buah yang terpasang di pohon itu.

Untuk harganya mulai dadi Rp100.000 hingga Rp1 juta. Hal itu tergantung besaran pohon dan rimbunnya dedaunan yang ada di pohon karyanya. Menurut dia, harga yang ditawarkan itu tergolong murah dibandingkan harga kerajinan serupa yang dijual di pasar.

"Saya sudah cek di pasar maupun toko kerajinan. Harga yang saya tawarkan tergolong lebih murah," klaim dia.

Bapak dua ini menuturkan biasanya mengerjakan kerajinan ini sehabis pulang dari kantor. Saat tidak ada pekerjaan, dirinya melanjutkan pembuatan kerajinan ini. Satu pohon, dirinya bisa membuat dua hari hingga sepekan. Untuk pemasarannya melalui mulut ke mulut dan media sosial.