800 Eks TKI Jatim dan Keluarga Dilatih Berwirausaha

Ilustrasi Tenaga Kerja Indonesia (TKI). (Solopos/Dok)
20 Juli 2018 23:05 WIB Abdul Jalil Madiun Share :

Madiunpos.com, PONOROGO -- Sebanyak 800 eks tenaga kerja Indonesia (TKI) asal Jawa Timur dan keluarga akan mendapatkan pelatihan kewirausahaan. Mereka diharapkan menjadi sumber ekonomi bagi lingkungannya.

Program pelatihan kewirausahaan bagi eks TKI dan keluarganya ini digelar Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan TKI (BNP2TKI)  Surabaya. Selama 2018, BNP2TKI Surabaya telah menyiapkan 32 paket pelatihan di seluruh kabupaten/kota.

Setiap paket pelatihan akan melibatkan 25 mantan TKI dan keluarganya. Sehingga jumlah total peserta 800 mantan TKI dan keluarganya.

Panitia pelatihan yang juga Staf BNP2TKI Surabaya, Dessy Pramitasari, mengatakan untuk pelatihan terintegrasi di Ponorogo digelar dua kali. Pelatihan pertama digelar di Desa Lembah, Kecamatan Babadan, mulai tanggal 14 Juli sampai 19 Juli 2018, sedangkan tahap kedua yaitu di Kecamatan Jambon pada akhir Juli.

Selama enam hari, para mantan pekerja migran dilatih mengelola keuangan rumah tangga, mengelola keuangan perusahaan mikro, analisis usaha, prospek usaha hortikultura, sampai pelatihan lapang atau bercocok tanam hortikultura.

Dia menyampaikan kegiatan itu merupakan upaya pemberdayaan bagi mantan TKI berupa edukasi kewirausahaan. Sasaran dari program ini yaitu keluarga TKI maupun mantan TKI yang belum ada niatan kembali bekerja keluar negeri.

"Mereka ini kita kembangkan ilmunya untuk bisa wirausaha. Tujuannya adalah mereka tidak perlu merasa kembali lagi ke luar negeri. Itu yang paling kecil. Tujuan yang paling besar adalah mereka bisa berkreasi, berusaha, dan mengembangkan ekonomi di rumah dan bisa menjadi sumber ekonomi bagi lingkungannya,” kata dia dikutip dari situs resmi Pemkab Ponorogo, Jumat (20/7/2018).

Ketua Pelaksana Lokal, Endang Widayati, menyampaikan pelatihan untuk mantan TKI dan keluarga dilaksanakan supaya mereka memiliki keterampilan yang membawa pada kesejahteraan keluarga.

Selama sepekan pemateri memberikan berbagai ilmu dan teori mengenai pengelolaan keuangan, cara menabung yang benar, dan keterampilan budi daya hortikultura sesuai dengan kondisi geografis desa setempat.

“Nah, harapannya, para TKI purna tidak kembali lagi ke luar negeri. Mereka bisa memanfaatkan lahan di sekitar rumahnya. Bahkan, ada rencana untuk mengintegrasikan kemampuan mereka nanti dalam budidaya holtikutura dalam rencana pembangunan pemerintah Desa Lembah untuk memanfaatkan lahan milik desa di tepi-tepi jalan. Ujung-ujungnya adalah sejahtera bersama dan tetap di Indonesia,” jelas Endang. 

Silakan KLIK dan LIKE untuk lebih banyak berita Madiun Raya