Iduladha, Kabupaten Madiun Butuh 20.000 Hewan Kurban

Pemeriksaaan hewan kurban. (Solopos.com/M.Ferri Setiawan)
20 Juli 2018 20:05 WIB Abdul Jalil Madiun Share :

Madiunpos.com, MADIUN -- Kabupaten Madiun membutuhkan hewan kurban sebanyak 20.000 ekor baik sapi maupun kambing pada perayaan Iduladha tahun 2018. Pemkab menjamin ketersediaan hewan kurban bagi masyarakat yang hendak membelinya.

Kepala Bidang Peternakan Dinas Pertanian Perikanan Kabupaten Madiun, Estu Dwi Waluyani, mengatakan menjelang Iduladha pemerintah telah menyiapkan tim untuk memantau kesehatan hewan kurban. Tim akan berkeliling ke pos-pos peternakan yang menyiapkan hewan kurban.

Tokopedia

"Ini nanti jelang Iduladha. Seperti tahun sebelumnya. Ada kegiatan rutin untuk memantau persiapan kambing dan sapi kurban. Biasanya kami ada jadwal keliling untuk mengecek itu," kata Estu, Jumat (20/7/2018).

Estu menyebut kebutuhan hewan kurban di Kabupaten Madiun sekitar 20.000 ekor baik untuk kambing maupun sapi. Menurut dia, stok hewan kurban di wilayah Madiun dijamin aman. Pemerintah tidak akan mengambil ternak dari luar kota.

"Justru, kita malah yang mengirim ke daerah lain, seperti di Kota Madiun," ujar dia.

Hingga kini, lanjut Estu, harga hewan kurban baik sapi dan kambing belum ada kenaikan. Kenaikan harga terjadi saat menjelang Hari Raya Kurban.

Ketua Himpunan Peternak Domba Kambing Indonesia Cabang Madiun, Eka Muji, mengatakan untuk menyambut hari raya Iduladha pihaknya menyiapkan hewan kurban sebanyak 2.000 ekor kambing.

Untuk harga kambing kurban seberat 25 kg sampai 30 kg mencapai Rp2 juta/ekor. Sedangkan untuk kambing seberat 40 ekor dijual dengan harga Rp3 juta. "Biasanya mendekati Hari Raya Iduladha harga kambing mengalami kenaikan mencapai 50% per ekornya," ujar dia.

Permintaan saat Iduladha juga mengalami kenaikan cukup tinggi. Kalau pada hari biasa permintaan per bulannya hanya 150 ekor. Sedangkan saat Iduladha bisa mencapai 2.000 ekor.

Dia menjamin kambing yang dijual kelompoknya sehat dan layak dikonsumsi. Setiap kambing yang akan dijual selalu diberi vitamin maupun obat cacing.

"Kami kadang ambil dari Malang, karena pasokan dari Madiun sendiri tidak mencukupi," ujar Eka. 

Silakan KLIK dan LIKE untuk lebih banyak berita Madiun Raya