Beras Saset Rp2.500 Dijual di Tulungagung Lewat RPK

Beras dalam kemasan saset (Antara/Basri Marzuki)
19 Juli 2018 20:05 WIB Newswire Madiun Share :

Madiunpos.com, TULUNGAGUNG -- Beras kemasan saset dengan merek Beras Kita mulai dipasarkan melalui jaringan Rumah Pangan Kita (RPK) yang tersebar di desa-desa dan kelurahan di Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur.

"Mulai akhir pekan ini hingga Agustus kami mulai ujicobakan. Di seluruh Jatim, termasuk di wilayah Subdivre Tulungagung. September diharapkan program sudah jalan semua," kata Kepala Bulog Subdivre Tulungagung Khrisna Murtiyanto di Tulungagung, Selasa (17/7/2018).

Namun karena produk baru, Khrisna mengaku tidak memaksakan penjualan beras kemasan saset merek Beras Kita tersebut.

Dia mengatakan Bulog sementara ini hanya melayani permintaan jaringan RPK yang berminat menjajakan produk beras premium kemasan 200 gram yang dijual Rp2.500 per saset.

"Sementara ini [di Tulungagung] sudah ada tiga RPK yang meminta kiriman beras saset. Untuk wilayah Blitar (kota/kabupaten) kami masih sosialisasikan. Demikian juga dengan Trenggalek," katanya.

Produk beras saset yang kini mulai dipasarkan Bulog itu adalah hasil produksi di Bulog Divre Jatim, yang kemudian didistribusikan ke subdivre di daerah-daerah. Bulog Tulungagung belum melakukan pengepakan sendiri lantaran pangsa pasar masih tahap sosialisasi.

"Kalau animo masyarakat bagus, dan permintaan banyak tentu nanti kami akan lakukan pengepakan sendiri," ujarnya. Untuk tahap awal ini, lanjut Khrisna, pihaknya mendatangkan 15 dua beras saset dengan masing-masing dua berisi 30 saset beras premium isi 200 gram.

Dia menjelaskan, kualitas beras saset yang dijual Bulog setara beras premium yang di pasaran dijual dengan harga di kisaran Rp12.000 hingga Rp14.000 per kilogram.

Untuk produk beras premium milik Bulog sendiri sesuai HET (harga eceran tertinggi) pemerintah dijual dengan harga Rp12.800 per kilogram.

Namun untuk beras saset yang juga berkualitas sama, setiap saset isi 200 gram hanya dijual Rp2.500.

Jika beli lima saset yang setara 1 kilogram, total harga yang harus dibayarkan adalah Rp12.500, atau Rp300 lebih murah dibanding membeli kemasan satu kilogram.

"Bulog tidak subsidi. Harga ini masih di rasio harga standar penjualan beras berkualitas premium yang dijual Bulog," katanya.

Beras saset kemasan 200 gram merupakan terobosan baru dalam pola pemasaran BUMN pelat merah ini sejak dipimpin Budi Waseso sebagai Direktur Utama, beberapa bulan terakhir.

Kemasan beras saset kemasannya seperti produk susu atau kopi bubuk kemasan renteng yang telah familiar di masyarakat. Dengan model saset, diharapkan masyarakat punya banyak varian produk beras yang bisa dibeli dengan harga terjangkau dan mudah dibawa. 

Silakan KLIK dan LIKE untuk lebih banyak berita Madiun Raya

Sumber : Antara