Dopari Gagasan Pendidik Kota Madiun Bersaing di Kompetisi Inovasi Nasional

Perwakilan tim Kota Madiun mempresentasikan inovasi dongeng pagi hari (Dopari) di hadapan para juri di Kemenpan RB, Rabu (18/7 - 2018). (Istimewa/Pemkot Madiun)
19 Juli 2018 08:05 WIB Abdul Jalil Madiun Share :

Madiunpos.com, MADIUN -- Inovasi dalam pendidikan yaitu Dongeng Pagi Hari (Dopari) yang digagas pendidik SDN 02 Mojorejo, Kota Madiun, Jawa Timur, dipresentasikan untuk masuk dalam top 40 inovasi terbaik nasional tahun 2018 ini.

Inovasi di bidang pendidikan itu awalnya masuk dalam top 99 Sosialisasi Kompetisi Inovasi Pelayanan Publik (Sinovik) tingkat nasional. Pihak tim Dopari ini kemudian mempresentasikannya di Kantor Kementerian PAN-RB, Rabu (18/7/2018).

Salah satu juri dalam kompetisi itu, Nurjaman Mochtar, memberikan apresiasi terhadap inovasi yang digagas tenaga pendidik di SDN 02 Mojorejo. Menurut dia, tenaga pendidik di Kota Madiun telah berhasil menemukan perbedaan antara mengajar dan mendidik melalui program Dopari.

Dia menyampaikan mendidik artinya guru dapar mentransfer segala pengetahuan kepada siswa. Dengan program Dopari, anak-anak tidak hanya mendapatkan ilmu melainkan juga tertanam nilai-nilai luhur yang dapat diterapkan sehari-hari.

"Inovasi ini cukup bagus. Semoga bisa diterapkan di seluruh sekolah di Kota Madiun," jelas dia dalam siaran pers Pemkot Kota Madiun.

Hal senada juga dikatakan juri lainnya, Wawan Sobari. Dia berharap kegiatan Dopari ini dapat berjalan lebih maksimal. Salah satunya yaitu dengan menggandeng komunitas pendongeng. Harapannya supaya cerita yang disampaikan kepad siswa lebih beragam.

Sementara itu, Wali Kota Madiun Sugeng Rismiyanto dalam presentasinya menyebutkan Dopari memberikan banyak manfaat kepada siswa. Salah satunya, melatih daya konsentrasi anak. ‘’Setiap selesai mendongeng, kami berikan pertanyaan kepada siswa. Yang bisa menjawab dapat reward,’’ jelas dia.

Sugeng menyebut pola pengajaran yang telah diterapkan selama empat semester ini juga membawa manfaat lain. Seperti jumlah siswa yang terlambat datang ke sekolah berkurang. 

Silakan KLIK dan LIKE untuk lebih banyak berita Madiun Raya