32 SDN Kota Madiun Kurang Murid, Penerapan Zonasi Dievaluasi

Ilustrasi pendaftaran Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) di SD. (Solopos / Nicolous Irawan)
17 Juli 2018 16:05 WIB Newswire Madiun Share :

Madiunpos.com, MADIUN -- Sebanyak 32 dari 56 sekolah dasar negeri (SDN) di Kota Madiun tidak mampu memenuhi pagu murid baru pada Tahun Ajaran 2018/2019. Bahkan terdapat delapan SDN hanya mendapatkan siswa di bawah 10 anak pada penerimaan peserta didik baru (PPDB) lalu.

"Terkait hal itu, dinas akan melakukan evaluasi. Di antaranya apakah penerapan sistem zonasi dinilai berhasil, termasuk juga wacana pelaksanaan regrouping sekolah," ujar Kepala Dinas Pendidikan Kota Madiun Heri Wasana di Madiun, Senin (16/7/2018).

Heri Wasana menjelaskan meski wacana penggabungan sekolah mencuat, hal tersebut tidak bisa serta merta dilakukan karena harus melalui sejumlah kajian terlebih dahulu.

"Untuk itu, Dinas Pendidikan akan terus melakukan perbaikan pada pelaksanaan PPDB 2018 agar PPDB di tahun berikutnya lebih baik," kata dia.

Terkait dengan pelaksanaan masa pengenalan lingkungan sekolah (MPLS), Dinas Pendidikan Kota Madiun menjamin tidak ada aksi perpeloncoan dan perundungan.

Wali Kota Madiun Sugeng Rismiyanto juga menegaskan hal sama. "Kegiatan MPLS haruslah kegiatan yang memberikan pemahaman kepada siswa baru terhadap lingkungan sekolah yang baru. Tujuannya agar siswa baru dapat beradaptasi dengan lingkungan sekolah yang ada," kata dia.

MPLS dilaksanakan selama tiga hari mulai Senin kemarin. Guna mencegah perpeloncoan, Dinas Pendidikan juga akan memantau pelaksanaan MPLS tersebut.

Silakan KLIK dan LIKE untuk lebih banyak berita Madiun Raya

Sumber : Antara