Universitas Katolik di Surabaya dan Madiun Bergabung

Deklarasi penggabungan Universitas Katolik Widya Mandala Madiun dan Yayasan Widya Mandala Madiun dengan Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya dan Yayasan Widya Mandala Surabaya di Surabaya, Jatim, Rabu (11/7 - 2018). (Istimewa)
16 Juli 2018 02:30 WIB Ginanjar Saputra Madiun Share :

Solopos.com, SURABAYA — Dalam rangkaian perayaan hari ulang tahun (HUT) ke-60 Yayasan Widya Mandala Surabaya hari kedua di Kota Surabaya, Jawa Timur (Jatim), Rabu (11/7/2018) lalu, telah dibacakan deklarasi penggabungan Universitas Katolik Widya Mandala Madiun (UKWMM) dan Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya (UKWMS). Selain itu, dua yayasan yang menaungi dua perguruan tinggi swasta (PTS) di Jatim tersebut, Yayasan Widya Mandala Madiun dan Yayasan Widya Mandala Surabaya juga digabungkan.

Tokopedia

Ketua Umum Dewan Pengurus Yayasan Widya Mandala Surabaya, Prof. Henky Supit, menandatangani deklarasi penyatuan kembali Yayasan Widya Mandala Madiun dengan YWMS. (Istimewa)

Ketua Umum Dewan Pengurus Yayasan Widya Mandala Surabaya, Prof. Henky Supit, mengatakan penggabungan dua yayasan dan kampus di Jatim tersebut dilakukan demi memajukan UKWMS dan UKWMM menjadi lebih baik, terutama dalam menghadapi revolusi industri di dunia pendidikan.

"Dulu, kampus UKWMS dan UKWM Madiun merupakan satu kesatuan, namun karena ada peraturan pemerintah untuk memisahkan maka terpaksa berpisah," ungkap Henky seperti dikutip pada siaran pers yang diterma Solopos.com, Minggu (15/7/2018).

Rektor Universitas Katolik Widya Mandala Madiun menandatangan Deklarasi Penyatuan Kembali UKWM Madiun dengan UKWMS. (Istimewa)

Penggabungan dua PTS di Jatim tersebut juga atas dasar pernyataan Kementerian Ristek dan Dikti yang akan memfasilitasi upaya penggabungan dua atau lebih PTS. Hal itu telah diatur dalam Permenristekdikti No. 100/2016 Tentang Pendirian, Perubahan, Pembubaran PTN, dan Pendirian, Perubahan, Pencabutan Izin PTS.

Selain deklarasi penggabungan dua PTS dan yayasannya itu, perayaan HUT ke-60 Yayasan Widya Mandala Surabaya hari kedua tersebut juga diwarnai dengan misa syukur dan peluncuran buku berjudul Sejarah Perkembangan Yayasan Widya Mandala Surabaya tahun 1958-2018. Henky mengatakan peluncuran buku tersebut memang sangat diperlukan.

"Buku ini merupakan revisi dan kelanjutan dari penerbitan buku pertama yang terbit sekitar 10 tahun yang lalu," tutur sang profesor.

Buku yang terdiri atas 294 halaman tersebut berisi dokumentasi perjalanan Yayasan Widya Mandala Surabaya. Selain itu, buku tersebut juga merupakan apresiasi atas kerja keras banyak pihak, baik Yayasan Widya Mandala, Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya, Akademi Sekretari Widya Mandala, serta masyarakat luas.

Sebelumnya, pada hari pertama perayaan HUT ke-60 Yayasan Widya Mandala Surabaya digelar pula bakti sosial (baksos) di Rumah Sakit Gotong Royong Surabaya, Jatim. Baksos yang digelar berwujud pemeriksaan kesehatan bagi sekitar 200 orang yang terdiri atas dosen, karyawan, pensiunan, dan sejumlah rekanan.

Bakti sosial HUT ke-60 Yayasan Widya Mandala Surabaya berupa pemeriksaan kesehatan di Rumah Sakit Gotong Royong Surabaya, Jatim. (Istimewa)

Ketua Panitia HUT ke-60 Yayasan Widya Mandala Surabaya, Caecilia S.B. Wahyuni, mengatakan bentuk baksos berupa pemeriksaan kesehatan lengkap tersebut memang baru kali pertama dilakukan. "Sebelumnya setiap ulang tahun Yayasan Widya Mandala Surabaya juga mengadakan baksos tapi memang bentuknya beda-beda," katanya.

Meski baru digelar kali pertama, nyatanya baksos berupa pemeriksaan kesehatan itu mendapatkan apresiasi dari peserta yang mengikutinya. Salah satu karyawan Bagian Rumah Tangga Kampus UKWMS, Teguh Priyono, mengakui acara baksos berupa pemeriksaan kesehatan tersebut sangat bermanfaat.

"Ini sangat bagus sekali, untuk mengetahui kesehatan sejak dini terkait dengan liver, ginjal, serta organ tubuh lainnya. Sebelum parah atau ada penyakit, kita sudah tahu. Alangkah baiknya bila kegiatan semacam ini bisa diadakan setahun sekali setiap ulang tahun yayasan," tutur Teguh Priyono.