32 Warga Ngawi Keracunan Menu Hajatan

Salah satu korban yang diduga mengalami keracuanan makanan dirawat di Puskesmas Kwadungan, Jumat (13/7 - 2018). (Istimewa/Polres Ngawi)
15 Juli 2018 09:05 WIB Abdul Jalil Madiun Share :

Madiunpos.com, NGAWI -- Sebanyak 32 orang mengalami keracunan  makanan seusai menyantap hidangan di acara hajatan mantu salah satu warga Dusun Ganting, Desa Karangsono, Kecamatan Kwadungan, Kabupaten Ngawi, Jumat (13/7/2018) malam.

Seluruh korban yang mengalami keracunan makanan itu langsung dibawa ke puskesmas dan rumah sakit untuk mendapatkan pertolongan medis. Kasubbag Humas Polres Ngawi, AKP Eko Setyo Martono, mengatakan 32 orang itu mengalami gejala seperti muntah, diare, demam, dan pusing seusai menyantap berbagai hidangan yang disajikan pemilik hajat.

Tokopedia

"Seluruh korban langsung dibawa ke puskesmas untuk dilakukan pemeriksaan. Ada yang rawat inap, tapi kebanyakan rawat jalan," kata dia saat dihubungi Madiunpos.com, Sabtu (14/7/2018).

Eko menuturkan di Puskesmas Kwadungan beberapa pasien mengalami diare, muntah, panas, dan pusing setelah menghadiri resepsi hajatan di rumah Sarni. Para korban mengaku mereka merasa mual dan diare setelah mengonsumsi makanan di tempat hajatan itu.

"Kami menerima informasi itu dari petugas Puskesmas Kwadungan. Petugas langsung menuju ke lokasi untuk melakukan pendataan terhadap korban keracunan," ujar dia.

Saat ini masih ada delapan korban keracunan makanan itu yang menjalani rawat inap. Mereka yakni lima korban menjalani rawat inap di Puskesmas Kwadungan, satu koran dirawat di RS Panti Waluyo Caruban, dan dua korban dirawat di Klinik Adi Rahayu Desa Simo, Kwadungan. Sedangkan 25 korban lainnya menjalani rawat jalan.

Korban keracunan  makanan ini terdiri dari berbagai usia. Ada yang lanjut usia, remaja, balita, dan dewasa. Korban yang dirawat inap di Puskesmas Kwadungan ada lima orang antara lain Bilqis Suraya Wijaya usia 3,5 tahun, Iin Nurhidayatul Fitri usia 10 tahun, Suyati berusia 57 tahun, Ismadi, dan Mudah Wukandari berusia 26 tahun.

Korban yang dirawat inap di Klinik Adi Rahayu yaitu Paini berusia 50 tahun dan Darwito berusia 58 tahun. Sedangkan yang dirawat di RS Panti Waluyo Caruban yaitu Yati berusia 60 tahun.