Tim Ekskavasi Gandeng Warga Lokal Madiun untuk Gali Situs Ngurawan

Tiga pekerja menggali titik lokasi yang diduga terdapat benda bersejarah di kawasan Situs Ngurawan, Desa/Kecamatan Dolopo, Kabupaten Madiun, Jumat (13/7 - 2018). (Madiunpos.com/Abdul Jalil)
14 Juli 2018 13:00 WIB Abdul Jalil Madiun Share :

Madiunpos.com, MADIUN – Tim ekskavasi Situs Ngurawan dari Balai Arkeologi DI Yogyakarta menggandeng enam warga lokal untuk menggali benda bersejarah yang ada di situs yang berada di Desa Dolopo, Kecamatan Dolopos, Kabupaten Madiun. Pelibatan warga lokal ini dilakukan supaya mereka juga lebih sadar terhadap benda cagar budaya yang ada di wilayahnya.

Ketua Tim Penilitian Ngurawan, Rita Istari, mengatakan pihaknya melibatkan warga di sekitar lokasi situs untuk proses penggalian. Ini dilakukan supaya warga di sekitar lokasi juga mengetahui cara untuk merawat benda-benda cagar budaya yang ada di wilayah mereka.

"Selain itu juga supaya mereka peduli terhadap benda cagar budaya. Sehingga mereka tidak merusaknya," ujar dia, Jumat (13/7/2018).

Sebelum terjun ke lokasi untuk menggalinya, kata dia, pihaknya juga memberikan bekal pengetahuan kepada warga mengenai bagaimana cara untuk menggali situs-situs tersebut.

Pihaknya juga menghargai tenaga warga yang ikut dalam penggalian itu dengan upah yang disesuaikan dengan kondisi wilayah desa itu. "Kami upah secara profesional. Soalnya mereka kan juga bekerja di sini. Tidak sukarela," ujar Rita.

Saat melakukan penggalian situs dan ada tanaman yang ditebang, pihaknya juga akan memberikan ganti rugi. Uang ganti rugi akan diberikan kepada pemilik lahan.

Tim peneliti dari Balai Arkeologi ini hanya mencatat dan mendeskripsikan hasil penemuannya dalam bentuk dokumentasi laporan. Kemudian barang cagar budaya yang ditemukan akan diserahkan kepada Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Trowulan.

Seorang warga yang ikut dalam ekskavasi, Gatot, menuturkan tenaga penggali memang diambil dari warga sekitar situs. Ada enam orang yang ikut dalam proyek penggalian ini.

Menurut dia, ini merupakan langkah baik supaya warga di sekitar lokasi situs juga lebih mengenal benda cagar budaya yang ada di wilayahnya.