Arkeolog Mencari Bukti Sejarah di Situs Ngurawan Madiun

Tiga pekerja menggali titik lokasi yang diduga terdapat benda bersejarah di kawasan Situs Ngurawan, Desa/Kecamatan Dolopo, Kabupaten Madiun, Jumat (13/7 - 2018). (Madiunpos.com/Abdul Jalil)
13 Juli 2018 19:05 WIB Abdul Jalil Madiun Share :

Madiunpos.com, MADIUN -- Balai Arkeologi DI Yogyakarta kembali melakukan ekskavasi di situs Ngurawan yang ada di Dusun Ngrawan, Desa Dolopo, Kecamayan Dolopo, Kabupaten Madiun. Ekskavasi dilakukan tanggal 12-25 Juli 2018.

Ini merupakan ekskavasi kali kedua dilakukan Balai Arkeologi setelah penggalian tahap pertama pada tahun 2016 silam. Fokus penggalian tahap kedua ini masih berada di kawasan rumah milik salah satu warga di Dusun Ngrawan atau kebun milik warga bernama Gatot.

Ketua Tim Penelitian Ngurawan, Rita Istari, mengatakan ekskavasi kali ini melanjutkan yang sebelumnya telah dilakukan pada 2016. Penggalian benda bersejarah ini belum rampung dan masih panjang.

Untuk penggalian tahap kedua ini, kata dia, ada empat titik lokasi yang akan digali. Diindikasikan di empat titik yang akan digali ini merupakan lokasi bersejarah saat masa kerajaan Ngurawan masih berdiri.

"Penelitian di Situs Ngurawan ini bisa berlanjut karena sudah disetujui pemerintah pusat di Jakarta. Kami juga sudah mengajukan kerangka acuan dalam penelitian kali ini," ujar dia saat ditemui di lokasi, Jumat (13/7/2018).

Rita menuturkan pada ekskavasi tahun ini ada 10 orang yang melakukan penelitian. Pihaknya juga mendatangkan ahli sejarah dan ahli yang bisa membaca prasasti atau tulisan kuno.

Ini menjadi penting karena di Situs Ngurawan terdapat banyak artefak atau prasasti yang memiliki tulisan kuno.

Dia menyampaikan ekskavasi kali ini untuk mencari bukti-bukti di kawasan Dolopo ini dulunya merupakan kawasan Kerajaan Ngurawan atau Gelang-Gelang.

"Kami menargetkan penelitian ini akan berakhir pada Oktober 2018 dengan hasil membuat buku tentang Ngurawan," jelas dia.

Pantauan Madiunpos.com di lokasi, Jumat siang, beberapa warga yang dipekerjakan Balai Arkeologi DIY melakukan penggalian di lokasi yang diduga sebagai permukiman masyarakat pada saat kerajaan Ngurawan. Mereka menggunakan cangkul dan berbagai alat lainnya untuk menggali lahan tersebut. 

Silakan KLIK dan LIKE untuk lebih banyak berita Madiun Raya