Kemarau, PDAM Ponorogo Menggilir Air untuk Pelanggan

Ilustrasi air bersih (Solopos/Whisnupaksa Kridhangkara)
12 Juli 2018 21:05 WIB Abdul Jalil Madiun Share :

Madiunpos.com, PONOROGO -- Memasuki musim kemarau, Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Kabupaten Ponorogo akan mengatur pengaliran air kepada para pelanggannya. Saat ini ada 22.400 pelanggan PDAM Ponorogo.

Pengaturan pola pengaliran air secara bergantian ini akan dilakukan ketika sumber-sumber mata air PDAM mengecil pada musim kemarau ini. Selain itu, PDAM juga sudah menyiapkan dropping air bersih di daerah-daerah yang kesulitan mencari air bersih.

Direktur Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Ponorogo, Lardi, mengatakan sistem pengaliran secara bergantian ini merupakan antisipasi yang telah dilakukan bertahun-tahun oleh PDAM Ponorogo. Hal itu karena ketersediaan air mengalami penurunan akibat kemarau.

"Selalu terjadi penurunan debit di mata air yang jadi sumber air bersih untuk pelanggan kita. Pelanggan sudah mengetahui hal ini dan bisa memakluminya," kata dia dalam siaran pers, Kamis (12/7/2018).

Dia menyampaikan pelanggan PDAM yang paling banyak merasakan penurunan debit yaitu di wilayah selatan seperti di Kecamatan Slahung. Apalagi alternatif sumber air juga sulit didapat di wilayah itu.

"Sungai yang dekat pun ikut mengering saat kemarau. Jadi ya harus agak turun lagi, lebih ke utara," ujar dia.

Lebih lanjut, pihaknya telah mengusulkan pembuatan boosterpump yang bisa mengalirkan air dari sejumlah sungai atau sumur ke atas atau ke penampungan kemudian mengalir ke pelanggan. Namun, usulan ini masih dipertimbangkan pemerintah pusat karena menilai kondisi kekeringan di Ponorogo belum dianggap darurat.

Untuk pembuatan boosterpump setidaknya dibutuhkan dana Rp6 miliar sampai Rp7 miliar. Usulan ini diajukan ke Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR).

"Saat ini PDAM Ponorogo memiliki sekitar 22.400 pelanggan dengan jumlah pelanggan aktif sebanyak 19.800 rekening," ujar Lardi.

Pihaknya juga akan menyalurkan air bersih dengan cara dropping ke wilayah-wilayah yang kesulitan air bersih. Tentunya dengan prosedur permintaan dari BPBD. 

Silakan KLIK dan LIKE untuk lebih banyak berita Madiun Raya