2 Penggendam Tepergok Beraksi di Plaza Madiun Diamuk Massa

Dua pelaku gendam ditangkap warga saat beraksi di Plaza Madiun diperiksa polisi, Kamis (12/7 - 2018). (Madiunpos.com/Abdul Jalil)
12 Juli 2018 15:05 WIB Abdul Jalil Madiun Share :

Madiunpos.com, MADIUN -- Pengunjung pusat perbelanjaan Plaza Madiun menangkap dua pelaku gendam yang beraksi di pusat perbelanjaan di Jl. Pahlawan Kota Madiun itu, Rabu (11/7/2018). Kedua pelaku gendam menggunakan media batu merah delima dan rajah Istambul untuk memengaruhi korban.

Kedua pelaku tersebut mengaku sebagai warga negara Brunei Darussalam. Namun, ternyata keduanya merupakan warga Banten yaitu TAM, 38 dan AL, 40. Selain kedua pelaku yang berhasil ditangkap itu, masih ada satu pelaku yang saat ini masuk daftar pencarian orang (DPO).

Kapolsek Kartoharjo, Kompol Eddy Siswanto, mengatakan kedua pelaku ditangkap warga saat sedang beraksi di Plaza Madiun, Rabu siang. Warga sempat diamankan dan dipukuli warga. Salah satu pelaku yaitu TAM sempat melarikan diri dan terjun dari tembok pembatas sehingga membuat kedua kakinya patah.

Dari hasil penyidikan, kedua pelaku sebelumnya juga melakukan aksi gendam di pusat perbelanjaan di Carefour Kota Madiun pada 23 Maret 2018. Saat melakukan aksinya yang pertama di Carefour, salah satu pelaku TAM mengaku sebagai warga Brunei Darussalam dengan menunjukkan pas imigrasi negara tersebut kepada korban berinisial TW.

Selanjutnya, pelaku menanyakan kepada korban tempat penjualan barang antik sambil mengeluarkan rajah Istambul dan batu merah delima. Saat itu korban menyatakan tidak mengetahui dan kemudian pelaku AL datang dengan gelagat seolah tidak mengenal pelaku TAM.

"Pelaku AL mengaku sebagai orang Madiun dan mengetahui barang antik tersebut. Dalam perbincangan itu, pelaku TAM menyampaikan jika korban terkena guna-guna dan dirinya bisa menyembuhkan dengan perantara batu merah delima dan telur ayam kampung," jelas dia kepada wartawan di Mapolsek Kartoharjo, Kamis (12/7/2018).

Setelah korban mulai teperdaya, kedua pelaku mengajak ke area Foodcourt Sun City yang berada tak jauh dari Carefour. Pelaku kemudian melakukan ritual penyembuhan dengan syarat seluruh perhiasan yang dikenakan korban harus dilepas dan dibawa anak korban.

Korban kemudian diminta untuk membeli 27 butir telur dan meninggalkan kedua pelaku dan anaknya. Anak korban yang membawa seluruh perhiasan itu kemudian diberi uang Rp50.000 oleh pelaku untuk membeli air mineral. Sedangkan seluruh perhiasan dipasrahkan kepada kedua pelaku.

"Saat membeli air mineral. Korban mengetahui anaknya sedang membeli air minum yang katanya disuruh pelaku. Si anak juga bilang ke korban seluruh perhiasan dibawa pelaku. Korban pun curiga dan kembali ke lokasi foodcourt. Kedua pelaku beserta perhiasannya sudah tidak ada," terang dia sambil menyebut korban melaporkan kasus ini ke Polsek Kartoharjo pada 24 Maret 2018.

Selanjutnya pada Rabu (11/7/2018) lalu saat korban dan anaknya berbelanja di Plaza Madiun melihat kedua pelaku. Ingatan korban terhadap kedua pelaku masih tajam sehingga masih ingat dan langsung meneriakinya.

Kedua pelaku kemudian melarikan diri karena ketakutan dan selanjutnya ditangkap warga. Warga di lokasi sempat menghajar kedua pelaku itu.

"Saat di  Plaza Madiun, pelaku ini hendak melangsungkan aksinya. Tapi keburu diketahui korbannya," ujar dia.

Dari keterangan pelaku, kata Eddy, pelaku merupakan jaringan gendam yang tersebar di berbagai daerah di Indonesia. Untuk di Madiun ada tiga orang yang melakukan kejahatan ini. Dua pelaku sudah tertangkap dan satu pelaku masih buron.

Pelaku ini mengincar ibu-ibu yang mengenakan beragam perhiasan dan sedang berbelanja di pusat perbelanjaan. "Mereka memang mengincar ibu-ibu. Soalnya biasanya ibu-ibu yang membawa perhiasan dan uang tunai," jelas dia.

Kedua pelaku saat ini ditahan di Polsek Kartoharjo untuk penyidikan lebih lanjut. Mereka akan dikenai Pasal 378 KUHP dengan ancaman hukuman empat tahun penjara. 

Silakan KLIK dan LIKE untuk lebih banyak berita Madiun Raya

Tokopedia