35 Tahun Mengudara, Pesawat Tempur F-5 Kini Jadi Monumen di Madiun

Personel Skadron Udara 14 Lanud Iswahjudi menyiapkan pesawat F-5 Tiger TS 1305, yang akan dipasang sebagai monumen di Alun Alun Mejayan, Kabupaten Madiun, Rabu (11/7 - 2018). (Istimewa/Lanud Iswahjudi)
12 Juli 2018 11:05 WIB Abdul Jalil Madiun Share :

Madiunpos.com, MAGETAN -- Pesawat tempur legendaris dari Skadron Udara 14 Lanud Iswahjudi F-5 E/F Tiger II akan dipajang di Alun-alun Mejayan, Kabupaten Madiun, sebagai monumen. Pesawat F-5 ini sudah purna tugas setelah mengudara selama 35 tahun.

Menurut keterangan tertulis dari Lanud Iswahjudi, Kamis (12/7/2018), pesawat legendaris kebanggaan TNI AU ini sudah mengudara selama 35 tahun dan telah mengikuti berbagai operasi dan latihan. Selama 35 tahun masa terbangnya, sejumlah pemimpin TNI AU telah dilahirkan.

Kali pertama pesawat F-5 tiba di Indonesia pada 21 April 1980. Saat itu ada delapan unit pesawat F-5 dari 16 unit pesawat yang diangkut menggunakan pesawat C-5A Galaxy milik Military Airlift Command USAF langsung dari Amerika Serikat. Sedangkan sisanya dikirim pada 5 Juli 1980.

Selanjutnya pesawat ditakit kembali di Skadron Udara 14 dengan melibatkan teknisi dari TNI AU. Sejak didatangkan ke Indonesia, pesawat berjuluk Sang Macan ini dilibatkan dalam sejumlah operasi dan latihan guna menjaga keutuhan dan kedaulatan NKRI mulai dari Operasi Panah di wilayah Aceh pada 1990-1992, Operasi Elang Sakti XXI atau operasi pengamanan perbatasan NTT pada 1999, dan Operasi Oscar yang merupakan operasi pengamanan wilayah perairan.

Setelah berbagai tugas telah diemban, pada Mei 2016, ada telegram dari pimpinan TNI AU nomor T/719/2016 tanggal 3 Mei 2016 tentang penghentian sementara pengoperasian  (stop flying) seluruh pesawat F-5 E/F Tiger II Skadron Udara Lanud Iswahjudi. Berdasarkan telegram itu, Komandan Skadron Udara 14 Letkol Pnb Abdul Haris memerintahkan kepada penerbang untuk menghentikan operasional pesawat F-5 E/F Tiger II.

Kepala proyek pembangunan monumen pesawat tempur itu, Kapten Tek Suminto, mengatakan penempatan monumen pesawat legendaris F-5 di Alun-alun Mejayan merupakan tindak lanjut pertemuan Kasau dengan Bupati Madiun Muhtarom beberapa waktu lalu. Hari ini atau Kamis pagi pesawat F-5 sudah dikirim ke Alun-alun Mejayan.

"Pesawat ini nantinya berada di tanah dengan posisi seperti menyambar. Semua teknisi yang terlibat dalam proyek ini dari Skadron Udara 14 dan Skatek 042," jelas dia.

Kadislog Lanud Iswahjudi, Kolonel Tek Royke Manusiwa, menyampaikan pengiriman pesawat  itu melalui rute Jalan Raya Maospati-Solo kemudian masuk Jalan Raya Ringroad ke Nglames dan sampai di Mejayan. Komandan Lanud Iswahjudi, Marsma TNI Samsul Rizal, menuturkan monumen pesawat F-5 E/F Tiger dengan nomor TS 0513 di Alun-alun Mejayan ini untuk memberikan inspirasi kepada generasi muda.

Selain itu, Kabupaten Madiun juga sangat identik dengan TNI AU untuk itu pembangunan monumen ini sebagi wujud apresiasi.