Potensi Terjadi Kebakaran Tinggi, Warga Bojonegoro Diminta Lakukan Ini

Ilustrasi pemadam kebakaran. (Solopos/Whisnupaksa Kridhangkara)
12 Juli 2018 07:05 WIB Newswire Madiun Share :

Madiunpos.com, BOJONEGORO -- Masyarakat Kabupaten Bojonegoro diminta mewaspadai ancaman kebakaran pemukiman, hutan dan lahan (karhutla) disebabkan pengaruh musim kemarau yang memicu kejadian kebakaran.

"Ada kencenderungan kejadian kebakaran meningkat pada Juli 2018 dibandingkan Juni karena pengaruh kemarau yang kering," kata Kepala Pemadaman Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Bojonegoro, Sukirno, di Bojonegoro, Rabu (11/7/2018).

Sukirno menambahkan dengan kemarau semakin kering, potensi kejadian kebakaran akan meningkat, karena faktor panas, bahan yang kering juga suhu panas. Ancaman kejadian kebakaran tidak hanya pemukiman, tetapi juga hutan dan lahan.

"Selama kemarau ini sudah tiga kali terjadi kebakaran hutan. Kebakaran mudah terjadi apabila ada pemicunya seperti suhu udara panas, dan hubungan arus pendek listrik," ujarnya.

Sukirno menyebutkan telah terjadi kebakaran rumah di desa Trojalu, Kecamatan Baureno, sebuah gudang dan rumah di Desa Padangan, Kecamatan Padangan, Selasa (10/7/2018).

Di Desa Trojalu, Kecamatan Baureno, upaya memadamkan kebakaran rumah milik Maksum, 50, dilakukan dengan mengerahkan dua mobil pemadam kebakaran dilengkapi lima personel.

Sedangkan, upaya memadamkan kebakaran sebuah gudang dan rumah milik Agus Mulyanto, 43, di desa Padangan, kecamatan Padangan, dilakukan dengan mengerahkan dua unit mobil pemadam kebakaran dilengkapi lima personel.

"Tiga kejadian kebakaran pemukiman dan gudang penyebabnya hubungan pendek arus listrik PLN. Kerugian tiga kali kebakaran sekitar Rp35 juta," kata Sukirno. Sebelum itu, tim Damkar daerah setempat juga ikut memadamkan kebakaran di Plasa Cepu, Jawa Tengah, pada 6 Juli 2018.

Dalam kejadian itu, tim Damkar mengirimkan tiga unit mobil pemadam kebakaran dilengkapi tujuh personel ikut memadamkan kebakaran Plasa Cepu, bersama dengan tim pemadam kebakaran dari daerah setempat.

Menurut dia, Damkar sebelum ini sudah melakukan berbagai usaha untuk mencegah kebakaran pemukiman, hutan dan lahan dengan melakukan sosialisasi kepada berbagai elemen masyarakat.

Tidak hanya itu, kata dia, pada Juli 2018 tim Damkar akan membentuk masyarakat peduli api di masing-masing desa satu warga yang akan memperoleh pelatihan mengatasi kebakaran sejak awal.

Pada prinsipnya, kalau ada masyarakat peduli api, maka tugasnya kalau ada kejadian kebakaran di desanya, maka dia mengetahui yang harus dikerjakan untuk menghambat perkembangan api.

"Kalau kebakaran bisa dihambat, maka pemadaman yang dilakukan oleh tim Damkar akan lebih cepat dan kebakaran tidak meluas.Harapan kami warga yang sudah memperoleh pelatihan menyosialisasikan upaya mengantisipasi kejadian kebakaran kepada warga lainnya," kata Sukirno.

Silakan KLIK dan LIKE untuk lebih banyak berita Madiun Raya

Sumber : Antara