1 Buronan Pengeroyok Driver Ojol Ponorogo Didor

Ilustrasi penganiayaan. (Solopos/Whisnupaksa Kridhangkara)
11 Juli 2018 20:25 WIB Abdul Jalil Madiun Share :

Madiunpos.com, PONOROGO -- Aparat Polres Ponorogo berhasil menangkap satu dari empat buronan kasus pengeroyokan yang menyebabkan seorang pemuda pengemudi ojek online (ojol) meninggal dunia.

Pelaku Muhammad Ihsan Abdul Makruf (MI), 26, warga Kelurahan Surodikraman, Kecamatan Ponorogo, terpaksa dihadiahi timah panas karena berusaha melawan petugas saat hendak ditangkap. 

Sebagai informasi ada empat pelaku yang ditetapkan sebagai daftar pencarian orang (DPO) atas kasus pengeroyokan yang menyebabkan korban bernama Zainul Arifin yang merupakan pengemudi ojek online tewas bersimpah darah di kamar kosnya di Ponorogo pada awal Juni lalu.

Kapolres Ponorogo, AKBP Radiant, menuturkan MI ditangkap petugas setelah sebulan menjadi buronan. Pelaku ditangkap saat bersembunyi di wilayah Kabupaten Pasuruan.

"Saat ditangkap pelaku sempat melakukan perlawanan. Makanya anggota melakukan tindakan tegas," kata dia, Rabu (11/7/2018).

Berdasarkan hasil penyidikan, kata Radiant, pelaku merupakan seorang residivis kasus narkoba dan pengeroyokan. Sejak kasus penganiayaan pengemudi ojek online mencuat, pelaku terus berpindah-pindah tempat untuk menghindari kejaran petugas mulai di Sidoharjo, Solo, hingga Lamongan.

‘’Anggota akhirnya mendapati pelaku bersembunyi di wilayah Pasuruan. Saat itu pelaku juga hendak melakukan aksi pembegalan,’’ jelas dia dalam siaran pers. 

Kepada petugas, pelaku nekat mengeroyok dan menganiaya pengemudi ojek online tersebut lantaran kesal karena rekannya dimaki-maki korban. Saat kejadian itu, pelaku menggunakan helm untuk memukuli korban di bagian kepala dan dada korban.

Atas perbutannya pelaku bakal dijerat dengan pasal 351 ayat 2 KUHP tentang pengeroyokan dan penganiayaan dengan ancaman hukuman maksimal lima tahun penjara. 

Silakan KLIK dan LIKE untuk lebih banyak berita Madiun Raya