Ekspor Bawang Merah 2018 Ditarget Tembus 15.000 Ton

Ilustrasi bawang merah (Solopos/Sunaryo Haryo Bayu)
10 Juli 2018 21:05 WIB Peni Widarti Madiun Share :

Madiunpos.com, SURABAYA -- Ekspor produk hortikultura berupa bawang merah tahun ini ditargetkan mencapai 15.000an ton atau meningkat dua kali lipat dibandingkan ekspor tahun 2017 lalu yang hanya mencapai 7.750 ton.

Direktur Jenderal Hortikultura Kementerian Pertanian Suwandi mengatakan secara bertahap Indonesia akan mampu mengembalikan keadaan dari yang sebelumnya sering melakukan impor bawang merah, tapi sejak 2016 sudah mampu mengekspor bawang merah ke sejumlah negara tetangga.

"Pada 2016 pemerintah telah menyetop impor bawang merah dan hingga akhirnya 2017 kita sudah bisa ekspor. Harapannya target nasional bisa meningkat dua kali lipat dari 2017," katanya saat melepas ekspor bawang merah oleh PT Aman Buana Putera di Surabaya, Senin (9/7/2018).

Adapun pada 2014, Indonesia masih mengimpor bawang merah hingga mencapai 74.903 ton. Pada 2015, impor pun menurun drastis menjadi hanya 17.428 ton. Setelah 2016 impor disetop oleh pemerintah, Indonesia sudah bisa mengeskpor 736 ton, hingga meningkat 93,5% pada 2017 atau mencapai 7.750 ton.

Dia mengatakan sesuai dengan target, pemerintah akan mendorong swasembada produk pertanian yang tidak hanya bawang merah tetapi juga cabai melalui penguatan kawasan sentra produksi pertanian. Diharapkan pada 100 tahun Indonesia merdeka yakni 2045, Indonesia bisa menjadi lumbung pangan dunia.

Diketahui Jawa Timur sendiri merupakan penyumbang produkai bawang merah sebesar 20% dari total produksi nasional. Sentra produksi bawang merah di Jatim dapat ditemui di Malang, Probolinggo, Bondowoso, Nganjuk, Sumenep, Sampang, dan Pamekasan.

"Kami terus memperkuat kawasan-kawasan bawang dan cabai, bukan hanya di Jawa tapi juga di luar Pulau Jawa seperti Solok, Tapin, Enrekang, Bima, Lombok Timur dan lainnya," imbuhnya. 

Direktur PT Aman Buana Putera, Aman Buana Putera, mengatakan pihaknya tahun ini memproyeksikan bisa mengekspor 6.000 ton bawang merah secara bertahap. Bawang merah tersebut diperoleh dari petani di sentra-sentra produksi bawang merah seperti Bima, Malang, Probolinggo, dan Bondowoso.

"Dalam penyediaan suplai bawang, kami bekerja sama dengan petani dengan membentuk pola sinergis yang mapan guna pemenuhan pasokan. Kami bersama pemerintah juga melaksanaan manajemen tanam agar produk petani bisa berkualitas sesuai permintaan pasar ekspor," ujarnya.

Tahap pertama, katanya, bawang merah dikirim ke Singapura dan selanjutnya akan menyusul ke negara tetangga lainnya seperti Thailand, Vietnam, Malaysia, dan Filipina.

Silakan KLIK dan LIKE untuk lebih banyak berita Madiun Raya

 

Tokopedia