Unggah Hasil QC, Akun Instagram Ini Disomasi KPU Madiun

Admin CarubanID, Dhidan Tomy, meminta maaf kepada KPU Kabupaten Madiun soal unggahan hasil QC Pilkada Kabupaten Madiun, Kamis (28/6 - 2018). (Solopos/Abdul Jalil)
29 Juni 2018 14:05 WIB Abdul Jalil Madiun Share :

Madiunpos.com, MADIUN -- KPU Kabupaten Madiun menyomasi admin akun Instagram CarubanID yang secara sepihak menggunakan logo resmi KPU  dalam salah satu gambar yang diunggah di akun Instagram mereka, Kamis (28/6/2018).

Salah satu unggahan di akun Instagram CarubanID yang menampilkan hasil quick count (QC) menggunakan logo resmi KPU sempat membuat ketegangan di masyarakat. Kemarahan masing-masing pendukung pasangan calon yang berlaga di Pilkada Kabupaten Madiun tidak bisa dihindarkan dan sempat melabrak komisioner KPU.

Ketua KPU Kabupaten Madiun, Wahyudi, mengatakan unggahan hasil QC perolehan suara Pilkada Kabupaten Madiun yang ditampilkan CarubanID di akun Instagram mereka tidak resmi. Dia menyayangkan admin yang memasang logo KPU di unggahan tersebut yang mengesankan informasi itu resmi dari KPU.

Akibat unggahan berupa grafis hasil QC itu, kata Wahyudi, KPU Kabupaten Madiun mendapat berbagai protes dari masing-masing pendukung pasangan calon. "Kami sempat diprotes dari tim pemenangan pasangan calon gara-gara postingan itu," ujar dia, Kamis malam.

Karena protes terus mengalir, KPU kemudian melayangkan somasi kepada admin CarunanID dan meminta seluruh unggahan yang menggunakan lambang KPU dihapus supaya tidak memperburuk keadaan.

Sebenarnya, lanjut Wahyudi, angka-angka yang ditampilkan dalam unggahan itu tidak masalah karena mereka mengaku mendapatkan data itu dari website resmi KPU. Namun, yang dipermasalahkan yaitu pencatutan nama dan pemasangan logo KPU.

"Kami minta mereka tidak sembarangan membawa nama lembaga KPU. Mereka sudah meminta maaf dan KPU juga sudah memaafkan karena ketidaktahuan mereka," terang dia.

Admin CarubanID, Dhidan Tomy, menyampaikan permintaan maaf atas pencatutan nama dan logo KPU dalam unggahan yang menampilkan hasil QC. Dia mengaku pencatutan nama dan logo KPU merupakan kesalahan.

Tomy yang merupakan pelajar kelas XII SMA di Madiun itu menuturkan QC itu dia ambil dari website resmi KPU. Dia mengakui unggahan hasil QC Pilkada Kabupaten Madiun  itu merupakan inisiatif pribadinya sebagai admin CarubanID.

Tujuannya untuk memberikan informasi mengenai hasil sementara hitung cepat kepada 17.000-an followers akun tersebut. "Kami murni hanya ingin mengabarkan hasil quick count ini. Data kami ambil dari situs resmi KPU dan kemudian data diolah jadi grafis," jelas dia.

Tomy menjelaskan baru mengunggah tiga kali informasi soal QC Pilkada  Kabupaten Madiun. Setelah mendapat somasi dari KPU, dia langsung menghapus seluruh unggahan yang berkaitan dengan hasil QC tersebut.