Polisi Bekuk Komplotan Maling Komputer di 4 SDN Kota Madiun

Kapolres Madiun Kota, AKBP Nasrun Pasaribu, menunjukkan barang bukti kasus pencurian komputer di empat SDN di Kota Madiun, Selasa (26/6 - 2018). (Madiunpos.com/Abdul Jalil)
27 Juni 2018 05:30 WIB Abdul Jalil Madiun Share :

Madiunpos.com, MADIUN -- Tim Satreskrim Polres Madiun Kota berhasil menangkap komplotan pencuri komputer di empat sekolah dasar negeri (SDN) di Kota Madiun dalam beberapa bulan terakhir. Keempat pelaku itu merupakan warga Ponorogo.

Empat pelaku itu berinisial RAP berusia 21 tahun, warga Kelurahan Mangkujayan, Ponorogo. DNAP, 19, dan MAYF, 19, keduanya warga Banyudono, Ponorogo. RATH, 21, Kelurahan Rejosari, Kecamatan Babadan, Ponorogo.

Kapolres Madiun Kota, AKBP Nasrun Pasaribu, mengatakan saat mendapatkan informasi para tersangka berada di Ponorogo, petugas langsung bergerak cepat dan menangkap mereka. Keempat pelaku ini ditangkap Tim Satreskrim Polres Madiun Kota di Ponorogo.

Komplotan pencuri komputer itu sudah membobol empat SD Negeri di Kota Madiun sejak April hingga Juni 2018 yaitu SDN 2 Winongo, SDN Ngegong, SDN Pilangbango, dan SDN Sukosari.

Nasrun menuturkan keempat pelaku ini masing-masing memiliki peran dalam setiap aksi pencurian. "Ada pelaku yang bertugas mengawasi, membongkar, mengangkut, dan berjaga di mobil," ujar dia kepada wartawan di mapolres setempat, Selasa (26/6/2018) sore.

Dari hasil pemeriksaan sementara, empat pelaku ini juga mengaku mencuri komputer di sekolah di daerah lain seperti Trenggalek, Ponorogo, dan Kabupaten Madiun.

Sebelum melakukan aksi pencurian, kata Nasrun, keempat pelaku ini melakukan pengamatan dan pemetaan lokasi target menggunakan Google Maps. Setelah mengetahui lokasi target, baru keempat pelaku melancarkan aksinya membobol sekolah itu.

"Mereka menggunakan teknologi Google Maps untuk melakukan pengamatan dan pemetaan kondisi sekitar sekolah yang menjadi target," jelas dia.

Di rumah pelaku, polisi menyita sejumlah barang bukti berupa 6 LCD merk Samsung, 7 CPU Intel NUC, 6 keyboard Logitech, 5 mouse Logitech. Selain itu, mobil Toyota Innova berpelat nomor Aae 695 SL yang digunakan untuk operasional saat mencuri.

Berdasarkan pengakuan pelaku, beberapa barang hasil curian itu sudah dijual secara online ke Surabaya dan Jakarta. "Sebagian masih ada yang disimpan di rumah pelaku. Kami sedang memeriksanya," jelas dia.

Dia menambahkan, para pelaku akan dijerat dengan pasal 363 KUHP dengan ancaman hukuman maksimal sembilan tahun penjara. 

Silakan KLIK dan LIKE untuk lebih banyak berita Madiun Raya