Sejumlah Warga Kota Madiun Diberi Rp100.000 H-1 Coblosan

Ilustrasi money politics (Solopos/Whisnupaksa Kridhangkara)
26 Juni 2018 22:05 WIB Abdul Jalil Madiun Share :

Madiunpos.com, MADIUN --  Sejumlah warga di Kota Madiun mengaku menerima uang senilai Rp100.000 dari sekelompok orang yang meminta mereka memilih salah satu paslon pemilihan wali kota dan wakil wali kota Madiun.

Seorang warga Jl. Sriti, Kelurahan Nambangan Lor, Kecamatan Manguharjo, Kota Madiun, Iwan Ping, menceritakan pada Selasa (26/6/2018) sekitar pukul 10.00 WIB ada sejumlah orang mendatanginya di rumah.

Kemudian orang-orang itu, ungkap dia, memberinya uang senilai Rp100.000 sambil berucap untuk memilih paslon nomor 2 Harryadin Mahardika-Arief Rahman saat hari pencoblosan Rabu (27/6/2018)

"Ada beberapa orang. Saya ga tahu itu siapa, karena bukan orang sini. Disuruh nyoblos nomor dua terus dikasih Rp100.000," ujar dia kepada wartawan, Selasa siang.

Iwan menuturkan yang diberi uang bukan hanya dirinya tetapi juga puluhan orang di dua RW yaitu RW 007 dan RW 008.

"Bukan saya saja yang dikasih. Tapi banyak yang dikasih," kata dia.

Selain Iwan, warga lain yaitu Soleh juga menerima uang dari orang yang mengaku dari Tim Mahardika senilai Rp100.000. Soleh menuturkan saat itu ada orang yang memberinya uang dan memintannya sebagai saksi di TPS pada saat hari pencoblosan besok.

"Kalau saya tidak disuruh untuk mencoblos. Hanya diminta menjadi saksi di TPS untuk pasangan nomor dua. Katanya untuk mengawal di TPS," kata warga Jl. Sriti itu.

Dia mengaku menerima uang tersebut. Namun, dia berencana untuk mengembalikan uang itu ke Panwascam setempat.

Tterkait hal itu, anggota Tim Kampanye Mahardika-Arief, Wawan, menyampaikan pihaknya tidak menggunakan politik uang untuk mencari dukungan suara.

Dia menyampaikan timnya memang membentuk tim relawan yang pada saat hari pencoblosan akan menjaga TPS. Pada Selasa tadi, timnya menggelar pelatihan pemantapan untuk relawan yang akan ditugaskan di setiap TPS.

Mengenai adanya pemberian uang Rp100.000, ujar Wawan, uang itu diberikan khusus untuk relawan sebagai uang makan.

"Kami ga ada money politics. Kalau memang itu tim kita diberi uang untuk uang makan. Itu uang makan mereka. Karena besok kami ga mau ribet," jelas dia.

Ketua Panwaslu Kota Madiun, Kokok Heri Purwoko, mengatakan pihaknya telah memerintahkan Panwascam untuk melakukan investigasi terkait dugaan politik uang di wilayah Nambangan Lor. Dia berharap ada warga yang mau jadi saksi dan menyerahkan bukti materil terkait dugaan tersebut.

Dia juga meminta kepada masyarakat untuk bisa melaporkan kalau ada dugaan money politisc yang dilakukan salah satu tim kampanye paslon. Namun, dengan syarat harus ada saksi dan bukti yang jelas.

"Kalau ada bukti dan saksi yang jelas bisa langsung laporan. Kalau hanya omongan saja, kami akan kesulitan menindaklanjutinya," terang dia.  

Silakan KLIK dan LIKE untuk lebih banyak berita Madiun Raya