Beredar Tabloid Mendiskreditkan Cagub Jatim dan Cawali Kota Madiun

Komisioner Panwaslu Kota Madiun menunjukkan tabloid Sapujagat yang isinya dinilai mendiskreditkan kandidat Pilkada, Selasa (26/6 - 2018). (Madiunpos.com/Abdul Jalil)
26 Juni 2018 20:05 WIB Abdul Jalil Madiun Share :

Madiunpos.com, MADIUN -- Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) Kota Madiun mendapati sejumlah tabloid Sapujagat tersebar di sejumlah wilayah Kota Madiun satu hari sebelum hari pencoblosan Pilwakot Madiun dan Pilgub Jawa Timur, Selasa (26/6/2018) pagi.

Tabloid Sapujagat dinilai menulis berita-berita yang dianggap mendiskreditkan salah satu paslon baik calon wali kota Madiun maupun calon gubernur Jatim.

Tabloid Sapujagat itu tertulis edisi 10 Mei 2018 dengan harga Rp12.000. Tabloid ini berisi 24 halaman. Di halaman cover tabloid itu tergambar karikatur calon gubernur Jatim Saifullah Yusuf atau Gus Ipul. Di samping karikatur itu ada judul besar Jatim Butuh Pemimpin Bersih, Skandal-Skandal Gus Ipul.

Laporan utama di tabloid Sapujagat diberi judul Jatim Butuh Pemimpin Bersih. Laporan utama lainnya menuliskan berita dengan judul Khofifah Diunggulkan Lembaga Survey. Di halaman berikutnya ada tulisan profil calon gubernur Jatim Khofifah Indarparawansa dengan memasang foto Khofifah.

Halaman berikutnya ada berita mengenai pasangan calon wali kota dan wakil wali kota Madiun, Mahardika-Arief. Berita itu diberi judul Madiun Saatnya Pemimpin Baru lengkap dengan foto Mahardika-Arief. Di halaman lain juga ada artikel soal profil Mahardika yang diberi judul Mahardika Keturunan Pangeran Diponegoro.

Di halaman lain ada rubrik laporan khusus dengan mengangkat soal program penangangan sosial ekonomi masyarakat (P2SEM) dengan memberi judul artikel itu Ada Gus Ipul Di Skandal P2SEM. Di halaman akhir ada artikel berjudul Maidi Berpotensi Tersangka KPK.

Di dalam tabloid itu juga ada potongan kertas fotokopi berita yang berjudul Dipanggil KPK, Maidi Mangkir yang diterbitkan surat kabar Radar Madiun. Potongan berita diselipkan di setiap tabloid yang disebarkan kepada masyarakat.

Ketua Panwaslu Kota Madiun, Kokok Heri Purwoko, mengatakan pihaknya telah menginstruksikan kepada Panwascam untuk membersihkan dan membawa tabloid tersebut. Dia mengaku mengetahui adanya penyebaran tabloid itu dari foto-foto yang beredar di sosial media.

Setelah ditelusuri di sejumlah kelurahan di wilayah Kota Madiun, kata Kokok, pihaknya menemukan tabloid tersebut sudah tersebar di masyarakat. Dia menyebut tabloid itu tersebar di Kelurahan Sogaten, Kelurahan Pangongangan, dan Kelurahan Ngegong.

"Kami belum membaca tabloid ini seluruhnya. Tapi memang ada pemberitaan yang mendiskreditkan salah satu calon gubernur dan mendiakreditkan salah satu calon wali kota Madiun," ujar Kokok kepada wartawan.

Meski dinilai mendiskreditkan salah satu calon, namun hingga kini belum ada pihak-pihak yang melaporkan hal ini kepada Panwaslu. Dia berharap pihak yang merasa dirugikan untuk bisa segera melaporkan hal itu ke Panwaslu.

Selain itu, pihaknya juga akan berkoordinasi dengan aparat kepolisian untuk menyelidiki peredaran tabloid itersebut.

Silakan KLIK dan LIKE untuk lebih banyak berita Madiun Raya

Tokopedia