Gerombolan Pria Bubarkan Wartawan Saat Liputan Money Politics di Kota Madiun

Sejumlah warga berkumpul di Jl. Sriti, Kelurahan Nambangan Lor, Kecamatan Manguharjo, Kota Madiun, Selasa (26/6 - 2018). (Madiunpos.com/Abdul Jalil)
26 Juni 2018 16:33 WIB Abdul Jalil Madiun Share :

Madiunpos.com, MADIUN -- Satu hari menjelang pencoblosan pemilihan wali kota dan wakil wali kota Madiun, keributan terjadi di wilayah Kelurahan Nambangan Lor, Kecamatan Manguharjo, Selasa (26/6/2018) siang. Sejumlah pria tak dikenal membubarkan kerumunan warga yang berada di Jl. Sriti, Kelurahan Nambangan Lor.

Saat aksi premanisme itu terjadi, sejumlah wartawan termasuk Madiunpos.com berada di lokasi untuk melakukan peliputan adanya dugaan money politics di wilayah itu. Pada saat wartawan datang di lokasi Jl. Sriti atau di depan PAUD Uswatun Hasanah, beberapa warga sudah berkumpul dan wartawan pun melakukan wawancara terkait adanya dugaan money politics di kelurahan itu.

Saat proses wawancara masih berlangsung, sekitar tujuh pria berbadan tegap mendekati kerumunan wartawan dan warga sambil menggeber-geber sepeda motor yang mereka kendarai.

Selanjutnya mereka turun dari kendaraan dan langsung menuju ke kerumunan. Tanpa basa basi, pria-pria berwajah sangar itu langsung meminta warga dan wartawan bubar.

"Ga ana apa-apa [Tak ada apa-apa]. Bubar-bubar," ujar salah satu pria itu.

"Iki wong ngendi. Ora wong kene iki. Ayo ndang bubar [Ini orang mana. Bukan orang sini ini. Ayo cepat bubar]," ucap pria lainnya.

Para pria itu meminta warga dan wartawan bubar dengan perkataan keras dan bernada ancaman. Warga pun satu per satu pergi meninggalkan lokasi. Sejumlah wartawan pun meninggalkan lokasi.

Sebelum ada peristiwa premanisme itu, sejumlah warga di kelurahan itu menerima uang dari salah satu paslon wali kota dan wakil wali kota Madiun. Kemudian warga di sekitar lokasi melaporkan dugaan money politics kepada petugas Panwascam setempat. 

Silakan KLIK dan LIKE untuk lebih banyak berita Madiun Raya 

 
 
 
Tokopedia