Survei Ungkap 29,5% Pemilih Kota Madiun Bimbang Pilih Paslon

Direktur Lembaga Survei Cessda Surabaya, Umar Solahudin, menyampaikan hasil survei lembaganya kepada wartawan di Kota Madiun, Minggu (24/6/2018). (Abdul Jalil - Madiunpos.com)
25 Juni 2018 19:05 WIB Abdul Jalil Madiun Share :

Madiunpos.com, MADIUN -- Sekitar 29,5% pemilih di Kota Madiun belum menentukan pilihannya atas ketiga pasangan calon yang bertarung dalam Pilkada Kota Madiun 2018. Sehingga, ketiga paslon yang berkontestasi masih memiliki peluang sama untuk menjadi pemenang Pilwakot Madiun.

Hal itu disampaikan Direktur Lembaga Survei Cessda Surabaya, Umar Solahudin, kepada wartawan di Kota Madiun, Minggu (24/6/2018), terkait hasil survei yang dilakukan lembaganya.

Dalam paparannya, Umar menuturkan secara umum tingkat pengetahuan masyarakat Kota Madiun terkait kegiatan Pilwakot sangat tinggi yaitu 90%. Namun, setelah dilakukan survei selama hampir enam bulan, masih ada 29,5% pemilih belum menentukan hak pilihnya.

Hal ini bisa jadi karena pemilih memang belum yakin dengan ketiga paslon tersebut. Untuk itu, kebimbangan pemilih sebanyak 29,5% ini menjadi kesempatan bagi ketiga paslon untuk menarik simpati dan meyakinkan pemilih dengan visi misi yang ditawarkan.

"Survei kami terakhir ini sebelum pelaksanaan debat terkahir. Setelah itu ada debat, mungkin saat ini angkanya sudah berubah karena setelah melihat debat tersebut kemudian menentukan pilihannya," jelas dia.

Umar menegaskan ketiga paslon yaitu Maidi-Inda Raya, Haryadin Mahardika-Arief Rahman, dan Yusuf Rohana-Bambang Wahyudi masih berpeluang untuk menjadi pemenang dalam kontestasi Pilkada Kota Madiun ini.

"Kunci kemenangan paslon akan bergantung pada sejauh mana paslon mampu memengaruhi dan meyakinkan pemilih yang belum menentukan pilihan itu," terang dia.

Umar melihat tren naik turun elektabilitas paslon di Kota Madiun terhadap tiga paslon tersebut terjadi.

Pada awal survei yaitu pada bulan Januari lalu, elektabilitas paslon Maidi-Inda Raya berada di puncak dengan angka 59%, Mahardika-Arief 11,5%, dan Yusuf-Bambang 4,5 %. Kemudian grafik itu berubah pada bulan berikutnya dan hingga bulan Juni 2018, ketiga paslon elektabilitasnya hampir sama yaitu Maidi-Inda Raya 22,5%, Mahardika-Arief 21%, dan Yusuf-Bambang 27%.

Lebih lanjut, survei ini dilakukan dengan metode sampling multiatage sistematik sampling berbasis kelurahan dengan jumlah responden 1.210 orang. Responden diwawancara secara tatap muka dengan margin of error 2,81%. 

Silakan KLIK dan LIKE untuk lebih banyak berita Madiun Raya

Tokopedia