Pilkada Madiun Diprediksi Jadi Pertarungan Maidi-Mahardika

Direktur Utama Lembaga Survei Proximity, Whima Edy Nugroho, menjelaskan kepada wartawan terkait hasil survei Pilkada Kota Madiun di Hotel Aston Madiun, Sabtu (23/6 - 2018). (Solopos/Abdul Jalil)
24 Juni 2018 14:20 WIB Abdul Jalil Madiun Share :

Madiunpos.com, MADIUN -- Lembaga Survei Proximity memprediksi Pilkada Kota Madiun 2018 akan menjadi pertarungan antara dua dari tiga pasangan calon wali kota dan wakil wali kota.

Dua pasangan calon yang akan bertarung sengit itu yakni pasangan calon nomor satu yaitu Maidi-Inda Raya (diusung PDIP, Partai Demokrat, PKB, PAN, dan PPP) dan pasangan calon nomor urut dua yaitu Haryadin Mahardika-Arief Rahman, dari kalangan independen.

Kedua pasangan calon itu diprediksi paling banyak dipilih masyarakat Kota Madiun  dibandingkan pasangan calon nomor urut tiga, Yusuf Rohana-Bambang Wahyudi, yang diusung Partai Golkar, PKS, dan Partai Gerindra. Survei dilakukan Proximity pada 30 Mei-11 Juni 2018.

Direktur Utama Lembaga Survei Proximity, Whima Edy Nugroho, mengatakan hasil survei ini menempatkan pasangan calon nomor urut satu yaitu Maidi-Inda Raya di posisi pertama dengan perolehan 38,5% suara. Sedangkan pasangan calon nomor dua dengan suara 35,3% dan pasangan calon nomor urut tiga 11,1%.

Data yang lebih terperinci di tiga kecamatan Kota Madiun memperlihatan adanya kejar-kejaran suara antara pasangan calon satu dan dua. Sedangkan untuk pasangan calon nomor urut tiga konsisten di posisi buncit di tiga kecamatan dan jumlahnya tidak lebih dari 13%.

Dia membeberkan di Kecamatan Manguharjo, pasangan calon nomor urut satu mendapatkan suara 43,1%, nomor urut dua 31,3%, dan nomor urut tiga 12,8%. Di Kecamatan Kartoharjo, nomor urut satu mendapat 33,6%, nomor urut dua 29,2%, dan nomor urut tiga 12,7%. Di Kecamatan Taman, nomor urut satu 38,5%, nomor urut dua 40,9%, dan paslon tiga 9,3%.

"Dari hasil survei yang kami lakukan ini, terlihat ada pertarungan sengit antara paslon satu dan paslon dua. Selisihnya tidak terlalu banyak sehingga kami bisa mengatakan Pilkada 2018 di Kota Madiun merupakan pertarungan antara paslon satu dan paslon dua," jelas dia kepada wartawan di Kota Madiun, Sabtu (23/6/2018).

Mengenai hasil survei paslon tiga yang diusung tiga partai politik, kata Whima, hasil survei menunjukkan suara paslon tiga paling rendah dibandingkan suara dua rivalnya. Menurut dia, paslon tiga akan berat untuk mengejar suara dari dua paslon lainnya.

Dari tiga calon wali kota, kata dia, Maidi merupakan calon dengan popularitas paling tinggi dengan angka 97,2% disusul Mahardika 91,2% dan terakhir Yusuf Rohana 80,5%. Sedangkan untuk calon wakil wali kota yang paling populer Inda Raya dengan angka 63,9%, Arief Rahman 49%, dan 39% untuk Bambang Wahyudi.

Lebih lanjut, Whima menuturkan survei yang dilakukan untuk Pilkada Kota Madiun ini melibatkan 2.500 responden di 27 kelurahan se-Kota Madiun. Survei ini menggunakan metode Multistage Random Sampling dan memiliki toleransi kesalahan atau margin error 1,96%. Survei ini memiliki tingkat kepercayaan 95%.

"Responden dari tiga kecamatan di Kota Madiun yang terdistribusi secara proporsional di setiap kelurahan sehingga setiap kelurahan terwakili," ujar dirut lembaga survei yang berpusat di Surabaya ini.

Whima menjelaskan responden yang terpilih kemudian diwawancarai lewat tatap muka oleh pewawancara yang telah dilatih. Quality control terhadap hasil wawancara dilakukan secara random sebesar 15% dari total sampel oleh team leader. Petugas juga kembali mendatangi responden terpilih atau melalui telepon.

"Jumlah responden terdiri atas 51,7% perempuan dan 48,3% laki-laki," terang dia.

 

Tokopedia