Pemprov Jatim Belum Berencana Naikkan SPP SMA/SMK

Aksi coret-coret seragam mewarnai perayaan kelulusan SMA/SMK di Kota Madiun, Kamis (3/5 - 2018). (Madiunpos.com/Abdul Jalil)
23 Juni 2018 03:05 WIB Newswire Madiun Share :

Madiunpos.com, SURABAYA -- Para kepala sekolah di Jawa Timur mengusulkan kenaikan sumbangan pembinaan pendidikan (SPP) untuk SMA/SMK. Namun Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Timur belum menyetujui usulan itu dan tetap mengacu pada Surat Edaran (SE) Gubernur Nomor 120/71/101/2017 tentang Sumbangan Pendanaan Pendidikan SMA/SMK untuk tahun ajaran baru 2018/2019.

Kepala Dinas Pendidikan Jatim Saiful Rachman mengatakan belum ada rencana menaikkan SPP SMA/SMK. Dia menyatakan usulan kenaikan SPP justru datang dari kepala sekolah.

"Waktu rapat koordinasi kepala SMA/SMK lalu memang ada pembahasan untuk kenaikan SPP. Tapi itu pengajuan dari mereka," kata Saiful Rachman saat dimintai konfirmasi di Surabaya, Jumat (22/6/2018).

Dia mengungkapkan pengajuan dari kepala sekolah tersebut hingga saat ini belum disetujui oleh Pemprov Jatim.

"Memang inisiatif kepala sekolah dan belum ada persetujuan dari saya atau Pak Gubernur. Jadi tidak benar kalau ada yang menyebut akan ada kenaikan SPP SMA/SMK," ujarnya.

Terkait penerimaan peserta didik baru (PPDB) jalur reguler jenjang SMA/SMK di Jatim, menurut dia, akan dibuka pada Senin (25/6/2018) sampai Kamis (28/6/2018). Saiful menyatakan akan ada perlakuan khusus untuk sekolah yang berada di kawasan terdepan, terluar, dan tertinggal (3T).

Menurut dia, jika kawasan 3T mengikuti sistem daring jalur reguler sesuai jadwal akan kesulitan mendapat siswa baru.

"Sekolah 3T tetap daring, tapi kita beri waktu lebih longgar. Di sana sulit mencari murid dibandingkan kawasan lain," ujar mantan Kepala Badiklat Jatim ini.

Saiful mencontohkan sekolah 3T berada di kawasan Kepulauan Sumenep. Pendaftaran PPDB SMA/SMK bisa diakses di laman https://ppdbjatim.net/. Sebelum pendaftaran, Dindik Jatim membuka layanan latihan PPDB jalur reguler sejak 26 sampai 8 Juni 2018.

Silakan KLIK dan LIKE untuk lebih banyak berita Madiun Raya