Industri Rumahan Madiun Ini Jual 7 Ton Sambal Pecel Selama Ramadan

Karyawan sambal pecel Jeruk Purut membuat sambal khas Madiun di rumah produksi Jl. Delima, Kelurahan Kejuron, Kecamatan Taman, Kota Madiun, Rabu (13/6 - 2018). (Solopos/Abdul Jalil)
17 Juni 2018 11:05 WIB Abdul Jalil Madiun Share :

Madiunpos.com, MADIUN -- Permintaan sambal pecel Madiun selama Ramadan dan Lebaran 2018 meningkat cukup tinggi. Produsen sambal pecel Jeruk Purut di Kota Madiun bahkan berhasil menjual 7 ton sambal selama Ramadan. Padahal biasanya industri rumahan itu hanya menjual 2 ton sambal.

Pemilik industri sambal pecel Jeruk Purut, Asriin, 50, mengatakan ada peningkatan permintaan sambal pecel selama Ramadan. Terlebih saat menjelang Lebaran, permintaan sambal pecel khas Madiun ini semakin meningkat berlipat-lipat.

"Selama Ramadan ini, kami sudah membuat 7 ton sambal pecel. Ini sekaligus untuk kebutuhan saat Lebaran," jelas dia, Rabu (13/6/2018).

Asriin menuturkan biasanya menjelang Lebaran banyak yang membeli sambal pecel buatannya untuk dijadikan oleh-oleh. Sambal pecel merek Jeruk Purut buatannya juga dijual di sejumlah daerah di Indonesia.

Ada empat tingkat kepedasan yaitu sedang, pedas, tidak pedas, dan gado-gado. Harganya Rp12.500 per seperempat kilogram atau Rp50.000 per kg.

Produsen sambel pecel lainnya dari Caruban, Kabupaten Madiun, Sugeng, menuturkan selama Ramadan pesanan sambal pecelnya naik. Kalau pada hari biasa hanya memproduksi sekitar 3 kg sambal pecel per hari, selama Ramadan dia bisa memproduksi sampai 10 kilogram per hari.

"Ya ada kenaikan produksi menjelang Lebaran ini. Setiap hari memproduksi 10 kg sambal pecel," ujar dia.