Ratusan Umat Islam Madiun Nyekar Jelang Idulfitri

Ratusan umat Islam Desa/Kecamatan Pilangkenceng, Kabupaten Madiun, berziarah di permakaman umum desa setempat jelang Idulfitri, Selasa (12/6 - 2018) pagi. (Solopos/Abdul Jalil)
13 Juni 2018 13:05 WIB Abdul Jalil Madiun Share :

Madiunpos.com, MADIUN -- Ratusan umat Islam di Desa/Kecamatan Pilangkenceng, Kabupaten Madiun, menggelar ritual ziarah kubur di permakaman umum desa setempat, Selasa (12/6/2018) pagi. Nyekar di makam leluhur atau ziarah kubur ini menjadi tradisi rutin menjelang Lebaran.

Umat Islam di desa tersebut berbondong-bondong menuju permakaman untuk mengikuti tradisi nyekar itu. Mereka terlihat membawa bunga tabur untuk ditabur di makam para leluhur.

Tokopedia

Setibanya di permakaman desa, warga kemudian duduk di sela-sela makam dan mendengarkan ceramah keagamaan dari pemimpin agama. Mereka secara bersama-sama juga melantunkan pujian dan zikir serta memanjatkan doa untuk leluhur dan anggota keluarga mereka yang telah meninggal dunia.

Usai mendengarkan ceramah dan berdoa, warga kemudian menabur bunga yang dibawa dari rumah ke makam para leluhur dan keluarga mereka. Warga desa ini terlihat hikmat dalam menjalani ritual keagamaan ini, terlebih ini dilakukan saat Ramadan.

Perangkat Desa Pilangkenceng, Bimo Nuryadi, mengatakan kegiatan nyekar dan berdoa bersama di permakaman sudah menjadi tradisi turun menurun. Kegiatan ziarah kubur secara bersama-sama ini biasanya digelar menjelang perayaan hari raya Idulfitri.

"Tradisi nyekar ini diikuti warga Pilangkenceng maupun perantau yang sedang mudik ke kampung halaman," ujar dia kepada wartawan.

Bimo mengatakan masyarakat percaya pada hari-hari saat Ramadan dan menjelang Idulfitri  doa yang dipanjatkan sangat makbul atau dikabulkan Allah SWT. Modin Desa Pilangkenceng, Sarmo, mengatakan nyekar sengaja digelar serentak untuk menghindari kegiatan yang mengarah pada hal-hal tidak baik.

Kegiatan ini sebenarnya bertujuan mempertebal keimanan dan mengingat jasa ahli kubur yang telah mendahului. "Ini merupakan salah satu wujud sebagai anak yang saleh-salehah dan berbakti kepada orang tua. Meski orang tua telah meninggal dunia, mereka tetap mendoakan," ujar dia.

Sarmo menegaskan dalam acara tahlil dan nyekar ini merupakan untuk mendoakan ahli kubur bukan meminta doa kepada ahli kubur sehingga tidak ada praktik yang mengarah pada kesyirikan pada kegiatan ini.