Elpiji Melon Langka di Ponorogo, Harga Rp25.000/Tabung

ilustrasi elpiji melon 3 kg. (Solopos/Dok)
12 Juni 2018 19:05 WIB Newswire Madiun Share :

Madiunpos.com, PONOROGO -- Menjelang Lebaran 1439 Hijriah, masyarakat di Kabupaten Ponorogo kesulitan mendapatkan elpiji bersubsidi atau ukuran tiga kilogram. Kelangkaan elpiji melon itu telah terjadi selama beberapa hari terakhir.

Supandi, 54, warga Desa Kemuning, Kecamatan Sambit, Ponorogo, Selasa (12/6/2018), menuturkan di desanya banyak orang yang kesulitan mendapatkan elpiji tiga kilogram.

"Sudah beberapa hari warga kesulitan mendapatkan elpiji melon. Kalaupun ada harganya Rp25.000/tabung, padahal biasanya Rp19.000," kata Supandi.

Akibat kelangkaan elpiji tiga kilogram itu, lanjut Supandi, banyak warga terpaksa memasak menggunakan tungku berbahan bakar kayu kering.

Pengecer gas elpiji warga Desa Ngindeng, Kecamatan Sawoo, Ponorogo, Ari, mengatakan untuk bisa mendapakan enam hingga delapan tabung, dirinya harus antre seharian.

"Saya kemarin antre hampir sehari penuh hanya mendapat enam tabung saja. Padahal biasanya saya mendapatkan jatah 25-80 tabung," ujarnya.

Ari menambahkan terkadang harus berburu ke sejumlah pangkalan di luar wilayah jatah layanan untuk bisa mendapatkan elpiji tiga kilogram. Akibatnyam biaya transportasi yang dikeluarkannya bertambah.

"Karena untuk bisa mendapatkan barang, harus berburu ke sejumlah pangkalan dengan biaya transportasi lebih besar, maka terus terang saya menjual harga dengan lebih mahal, pernah sampai Rp30.000 per tabung," ucap dia.

Silakan KLIK dan LIKE untuk lebih banyak berita Madiun Raya

Tokopedia

Sumber : Antara