Menristekdikti Minta Rektor Awasi Medsos Mahasiswa dan Dosen

Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi Mohamad Nasir. (Bisnis/Abdullah Azzam)
10 Juni 2018 09:00 WIB Abdul Jalil Madiun Share :

Madiunpos.com, MADIUN – Menteri Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti) Mohamad Nasir meminta para rektor di perguruan tinggi untuk mengawasi akun media sosial milik mahasiswanya.

Menurutnya media sosial merupakan salah satu sumber tumbuhnya radikalisme di kampus. "Tumbuhnya radikalisme bisa saja karena media sosial. Ada contohnya di Bandung," kata dia saat berkunjung di PT Inka, Kota Madiun, Jumat (8/6/2018).

Untuk itu pihaknya akan meminta rektor mengawasi akun media sosial mahasiswa. Mulai tahun ajaran 2018, seluruh akun media sosial mahasiswa baru akan dicatat.

Selain pengaruh dari media sosial, lanjut Nasir, radikalisme di kampus  juga bisa tumbuh melalui pembelajaran di kampus. Mengenai hal ini, pihaknya akan mengawasi dan mendampingi sistem pembelajaran di kampus.

Selain itu, rektor perguruan tinggi juga akan diminta untuk mendata dosen atau tenaga pengajar yang ada di kampus masing-masing. Pengawasan juga sampai di media sosial para tenaga pengajar.

Mengenai adanya yang menilai pengawasan itu melanggar HAM, Nasir menyampaikan itu bentuk pengawasan. "Kalau membahayakan negara. Apa yang harus dilakukan. Apa itu akan dibiarkan saja," jelas dia.

Nasir menuturkan saat ini baru ada satu dosen ASN yang diperiksa terkait dukungan terhadap kelompok radikal yaitu guru besar Universitas Diponegoro (Undip), Suteki. Pihak rektor baru memeriksa guru besar itu.

Mengenai hukuman yang akan diberikan yaitu melihat pelanggaran yang telah dilakukan. Namun, nantinya yang bersangkutan akan didampingi supaya bisa kembali.

"Tentu ada pendampingan. Peluang untuk balik [meninggalkan radikalisme] ada," ungkap dia.