Salat Tarawih di Magetan Bisa Sampai 8 Jam

Belasan umat Islam menjalankan salat tarawih dengan bacaan 30 juz Al-Quran di Masjid Al Fatah Desa Temboro, Kecamatan Karas, Kabupaten Magetan, Senin (4/6 - 2018). (Madiunpos.com/Abdul Jalil)
05 Juni 2018 19:05 WIB Abdul Jalil Madiun Share :

Madiunpos.com, MAGETAN — Salat Tarawih dilaksanakan umat Islam saat Bulan Suci Ramadan. Umumnya Salat Tarawih dilaksanakan secara berjemaah di masjid-masjid dengan durasi waktu beragam mulai hitungan menit hingga jam.

Namun penyelenggaraan Tarawih di Masjid Agung Al-Fatah, Desa Temboro, Kecamatan Karas, Kabupaten Magetan, membutuhkan waktu sekitar delapan jam dalam satu kali tarawih. Salat tarawih di masjid yang berada di kompleks Pondok Pesantren Al Fatah itu digelar setiap hari selama bulan Ramadan.

Pengurus Pondok Pesantren Al Fatah, Zaenal Abidin, mengatakan Salat Tarawih yang digelar di Masjid Al-Fatah jumlah rakaatnya sama dengan di masjid lain yaitu 20 rakaat salat tarawih dan tiga rakaat salat witir. Bedanya, Tarawih di masjid ini menyelesaikan bacaan satu mushaf Alquran dalam satu kali salat tarawih.

Dengan panjangnya ayat Alquran yang dibaca membuat waktu salatnya pun menjadi lama. “Jadi 30 juz di Alquran dibagi untuk 20 rakaat. Dengan empat rakaat salam. Jadi satu rakaat rata-rata 1 juz Alquran,” jelas dia saat ditemui di Masjid Al-Fatah Temboro Magetan, Senin (4/6/2018).

Biasanya, ungkap dia, Salat Tarawih dilaksanakan sehabis Salat Isya sekitar pukul 19.00 WIB dan selesai keesokan harinya sekitar pukul 03.00 WIB atau tepat pada saat sahur. Peserta Salat Tarawih kebanyakn dari kalangan penghafal Al-Quran atau hafiz, mulai para santri Ponpes Al Fatah dan pengajar pondok tersebut.

Zaenal menuturkan pada tanggal 1 hingga 15 Ramadan biasanya majelis Salat Tarawih diikuti puluhan hingga ratusan santri. Namun, saat ini sebagian besar santri sudah pulang kampung sehingga hanya beberapa saja yang mengikuti salat tarawih yang bisa dikatakan super lama ini.

Untuk imam salat pun ada empat orang sehingga selama 20 rakaat ada pergantian imam. Makmum Salat Tarawih itu pun harus menyimak secara seksama bacaan imam yang hafal Alquran. Terlihat beberapa makmum membawa mushaf Alquran saat salat.

“Sebenarnya Salat Tarawih ini untuk umum. Masyarakat luar juga bisa ikut. Tetapi, karena waktunya lama jarang warga umum yang bisa mengikuti,” jelas dia.

Lebih lanjut, Zaenal Abidin menjelaskan sebenarnya di masjid yang memiliki luas sekitar 2 hektare ini tidak hanya ada satu majelis salat dengan bacaan 30 juz saja. Tetapi ada beberapa majelis salat tarawih yaitu mulai salat tarawih dengan lima juz Alquran, 7 juz Alquran, dan 15 juz Alquran.

“Jadi salat tarawih di masjid besar tidak hanya satu titik atau majelis. Tetapi ada beberapa majelis dengan tempo waktu yang berbeda-beda. Tetapi paling lama memang yang 30 juz ini,” terang warga yang sudah puluhan tahun menetap di Desa Temboro ini.

Untuk Salat Tarawih dengan bacaan 30 juz ini memang hanya ada di satu lokasi masjid. Sedangkan untuk masyarakat umum di Desa Temboro biasanya Salat Tarawihnya dengan bacaan 1 juz sampai 1,5 juz dalam satu kali salat tarawih dengan tempo sekitar 1 jam sampai 1,5 jam.

Pantauan Madiunpos.com di lokasi majelis Salat Tarawih di Masjid Al Fatah, Senin malam, ada belasan orang mengikuti Salat Tarawih delapan jam ini. Terdengar sang imam salat melantunkan ayat suci Alquran dengan tempo cepat.