3 Remaja Tulungagung Terciduk Jual Bubuk Mesiu untuk Petasan

Borgol (id.gofreedownload.net)
05 Juni 2018 17:05 WIB Newswire Madiun Share :

Madiunpos.com, TULUNGAGUNG -- Tiga remaja asal Tulungagung ditangkap polisi karena kedapatan menjual dan menggunakan bahan peledak petasan untuk bahan baku mercon kertas di kalangan remaja setempat.

Kapolres Tulungagung AKBP Tofik Sukendar mengatakan dua dari tiga remaja itu dibekuk dalam satu operasi penangkapan oleh Tim Reskrim pada Minggu (3/6/2018) malam di depan eks Pabrik Gula Kunir, Kecamatan Ngunut, Tulungagung.

"Anggota kami mengidentifikasi kedua pelaku saat bertransaksi di sana, dan langsung dilakukan penangkapan," ujar Kapolres di Tulungagung, Senin (4/6/2018).

Dari kedua pelaku, polisi mendapat informasi asal bahan peledak petasan yang biasa disebut "bubuk mesiu" dari seseorang yang berinisial SB, 32, asal Desa Sukorejo, Kecamatan Udanawu, Kabupaten Blitar.

"Malam itu juga SB ditangkap di rumahnya. Kini ketiga pelaku kami amankan di Mapolres Tulungagung," kata Tofik Sukendar.

Ketiga remaja yang kini statusnya telah ditingkatkan menjadi tersangka itu, polisi menyita barang bukti bahan peledak atau bubuk mesiu petasan sebanyak 17,5 kilogram yang dikemas dalam plastik ukuran satu kilogram, 71 sumbu petasan, 11 selongsong petasan kertas berdiameter dua sentimeter, dua buah ponsel merek Nokia, sebuah tas warna hitam, dan satu unit sepeda motor merek Honda Scoopy AG 6099 RAY.

"Tersangka kami jerat dengan pasal 1 ayat (1) dan ayat (3) UU RI No. 12/Drt/1951 dengan ancaman hukuman maksimal 20 tahun penjara," ujarnya.

Saat diinterogasi petugas, ketiga tersangka mengaku baru jelang Lebaran kali ini menjalankan bisnis terlarang tersebut. Rencana hasil keuntungan akan digunakan untuk hari raya.

Mereka membeli bubuk mesiu dengan harga Rp220.000 per kilogram, untuk kemudian dijual kembali seharga Rp270.000 ke pembeli seperti tersangka VN dan MR.

"Dua pemuda ini mengaku sudah dua kali bertransaksi dengan SB, pertama membeli empat kilogram, kedua enam kilogram. Nah, saat tertangkap itu, tersangka mengaku baru menjual satu kilogram," katanya.

Sumber : Antara