SDN Kota Madiun Disatroni Maling, Kadindik Sebut Petugas Keamanan Minim

Kamera CCTV (peaceforcesecurity.co.za)
04 Juni 2018 19:05 WIB Abdul Jalil Madiun Share :

Madiunpos.com, MADIUN -- Kepala Dinas Pendidikan (Dindik) Kota Madiun, Heri Wasana, mengakui penjagaan keamanan di sekolah dasar negeri (SDN) di Kota Madiun masih mengalami berbagai kendala. Saat ini, banyak SDN yang belum memiliki petugas keamanan yang mengawasi sekolah 24 jam.

Selain minimnya petugas keamanan, di seluruh SDN di Kota Madiun juga masih minim penggunaan kamera pengintai atau closed circuit television (CCTV). Padahal menurut Hari Wasana hal itu penting, mengingat sekarang seluruh SDN di Kota Madiun memiliki puluhan komputer yang dibiayai APBD.

Heri mengaku telah mendapatkan informasi mengenai hilangnya 14 mini PC atau komputer di SDN Ngegong, Kelurahan Sogaten, Kecamatan Manguharjo, pada Sabtu (2/6/2018) lalu. SDN Ngegong merupakan SDN ketiga yang kehilangan komputer. Sebelumnya 15 unit komputer di SDN 03 Winongo juga raib digondol maling.

"Kami sudah berkoordinasi untuk mengusulkan [kamera] CCTV. Bahkan ada beberapa sekolah yang sudah punya," jelas dia saat ditemui di ruang kerjanya, Senin (4/6/2018).

Dia menuturkan pihak sekolah harus memperkuat penjagaan dan pengamanan di masing-masing sekolah. Selama ini masih banyak sekolah yang tidak memiliki petugas keamanan. Selain itu ada sebagian petugas kebersihan yang merangkap sebagai petugas keamanan.

Menurut dia, penjaga sekolah harusnya lebih intensif menjaga kondisi sekolah. "[Kamera] CCTV memang penting. Tetapi yang terpenting adalah tetap memaksimalkan penjagaan di sekolah," ujar dia.

Mengenai penjaga sekolah di SDN Ngegong, kata dia, setelah ditelusuri memang memiliki SK sebagai penjaga sekolah. Namun, sejauh ini penjaga SDN Ngegong merangkap sebagai petugas kebersihan di sekolah itu.

"Itu perlu kami koordinasikan ke pihak sekolah. Kalau memang penjaga ya nanti difokuskan bertugas menjaga keamanan. Memang ada beberapa sekolah yang seperti itu," terang Heri.

Menurut dia, kondisi seperti ini tidak bisa hanya menyalahkan pihak sekolah. Hal ini karena melihat jumlah pegawai yang ada di masing-masing sekolah terbatas. 

Silakan KLIK dan LIKE untuk lebih banyak berita Madiun Raya