Pedagang Mamin Alun-Alun Madiun Ketiban Berkah saat Ramadan

Sejumlah penjual menawarkan minuman segar kepada pengguna jalan di sekitar Alun-alun Madiun saat menjelang buka puasa, Kamis (31/5 - 2018). (Solopos/Abdul Jalil)
01 Juni 2018 10:07 WIB Abdul Jalil Madiun Share :

Madiunpos.com, MADIUN -- Selama Ramadan  adalah waktu yang tepat untuk berjualan berbagai menu makanan dan minuman segar untuk bukan puasa atau takjil. Seperti di Kota Madiun, terlihat berbagai makanan dan minuman segar tersaji di seputaran alun-alun setempat.

Deretan lapak tertata di pinggir alun-alun, beberapa orang terlihat menawarkan minuman kepada pengguna jalan, Kamis (31/5/2018). Ada yang berhenti dan membeli, tetapi ada pula yang hanya melewati.

Minuman yang sudah dikemas dalam cup atau gelas plastik itu dibawa penjualnya menggunakan nampan dan ditulisi "es segar Rp5.000". Minuman yang disajikan dengan berbagai warna itu terlihat lezat. Tidak hanya minuman segar, kolak maupun minuman hangat juga disajikan.

Selain berbagai jenis minuman dingin, saat berbuka puasa yang biasanya dicari yaitu makanan takjil. Di alun-alun, juga tersedia berbagai menu makanan berat dan jajanan ringan. Mulai dari pecel, soto, berbagai lauk, dan makanan yang sudah dibungkus.

Berbagai jajanan juga tersedia di kawasan Alun-alun Kota Madiun ini. Seperti beraneka gorengan, cilok, bakso bakar, dadar telur, dan lainnya. Masyarakat yang ngabuburit di kawasan ini tidak perlu kesusahan mencari menu buka puasa yang beraneka ragam.

Kebutuhan akan minuman segar dan makanan untuk berbuka puasa ini menjadi peluang bisnis bagi pedagang. Apalagi di tempat keramaian seperti di alun-alun, tentu menjadi peluang yang sangat menjanjikan.

Salah satu warga yang merespon peluang itu, Prasojo, 37, warga Mojorejo, Madiun. Dia mengaku bersama istrinya, sejak puasa hari pertama telah berjualan es teler di kawasan alun-alun.

Dia mengatakan tahun ini merupakan tahun kelima dirinya berjualan es saat Ramadan  di alun-alun. Alasan utamanya terus dan terus berjualan es teler saat Ramadan yaitu keuntungan yang berlipat. Konsumen banyak yang mencari minuman segar sebagai menu buka puasa.

Setiap hari, ia bisa menjual 150 cup sampai 200 cup es teler. Satu cupnya dijual dengan harga Rp5.000. "Saya setiap hari selama Ramadan jualan di sini. Ya saat puasa ini penjualannya cukup baik. Banyak pembeli," ujar dia yang pada hari biasanya berjualan makanan ini.

Dia mengaku lebih memilih berjualan minuman daripada makanan karena faktor lebih praktis. Selain itu, tingkat penjualannya pun lebih tinggi. Hal senada disampaikan penjual jajanan ringan cilok di kawasan alun-alun, Tona.

Dia mengaku ada peningkatan penjualan cilok selama Ramadan  ini. Selain itu, jam penjualannya pun cukup singkat dibandingkan pada hari biasa.

Tona menuturkan pada hari biasa hanya bisa menjual 800 cilok untuk tiga pedagang. Namun, saat Ramadan setiap harinya bisa menjual 600 cilok setiap pedagang.

"Ada kenaikan. Kalau hari biasa 800 cilok dibagi tiga penjual. Karena ada tiga orang. Tapi saat puasa, satu penjual bisa habis 600 cilok per hari," ujar dia.

Menurut dia, Ramadan merupakan berkah bagi para pedagang makanan dan minuman. Hal itu bisa dilihat banyaknya penjual yang ada di kawasan Alun-alun Madiun. Tetapi, seluruh produk yang dijual semuanya laku.