Pelajar dan IRT Madiun Raup Rezeki dengan Melipat Surat Suara

Petugas melipat surat suara untuk Pilbup Madiun dan Pilgub Jawa Timur di halaman kantor KPU Kabupaten Madiun, Rabu (30/5 - 2018). (Madiunpos.com/Abdul Jalil)
01 Juni 2018 05:05 WIB Abdul Jalil Madiun Share :

Madiunpos.com, MADIUN -- Masa pelipatan surat suara pada saat musim Pilkada saat ini menjadi berkah tersendiri bagi sebagian orang. Seperti terjadi di Kabupaten Madiun, sejumlah ibu rumah tangga (IRT) dan pelajar berpartisipasi melipat surat suara pemilihan bupati dan wakil bupati Madiun serta pemilihan gubernur dan wakil gubernur Jawa Timur.

Pantauan Madiunpos.comRabu (30/5/2018) siang, suara musik dangdut terdengar nyaring di halaman Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Madiun, Jalan Madiun-Ponorogo, Geger, Kabupaten Madiun. Puluhan sepeda motor terparkir di depan kantor KPU setempat.

Ratusan orang dari berbagai usia mulai muda, remaja, hingga dewasa sibuk melipat surat suara. Mereka menggunakan botol minuman kaca untuk membantu proses pelipatan.

Salah satu petugas yang melakukan pelipatan surat suara, Yuliana, 30, ibu rumah tangga asal Sambirejo, Madiun, mengaku tertarik menjadi petugas pelipat surat suara di KPU untuk mengisi waktu. Selain itu, insentif yang diberikan KPU juga dianggap lumayan untuk memenuhi kebutuhan.

"Saya sudah ikut melakukan pelipatan sejak hari pertama. Saya kemarin diajak tetangga untuk ikut kegiatan ini, ya saya ikut saja," ujar dia saat berbincang dengan Madiunpos.com.

Yulian mengaku selama ini nyaris setiap hari berada di rumah sehingga dia langsung menerima tawaran saat ada pendaftaran sebagai petugas pelipat surat suara.

Petugas pelipat surat suara lainnya, Dewi Kusumawati, menuturkan hal serupa. Dia mengaku sudah dua kali ini menjadi petugas pelipat surat suara. Sebelumnya, dia juga turut melipat surat suara saat ada pileg dan pilpres 2014 lalu.

Dewi menuturkan satu kelompok terdiri dari 9 sampai 10 orang. Satu orang ditarget melipat sekitar 1.200 lembar surat suara. Untuk insentif yang didapat yaitu per lembarnya Rp90. Sehingga kalau memenuhi target setiap hari mereka bisa mengantongi uang sekitar Rp100.000. 

Dia mengaku penghasilan tersebut bisa dimanfaatkan untuk membeli kebutuhan saat Lebaran nanti. "Ya lumayan lah hasilnya. Apalagi bentar lagi kan Lebaran," ujar dia.

Untuk jam kerjanya yaitu hanya beberapa jam mulai pukul 09.00 WIB sampai 16.00 WIB. Setelah itu dirinya bisa kembali mengurus rumah tangganya.

Selain ibu rumah tangga, yang terlihat sebagai petugas pelipat surat suara yaitu para remaja usia pelajar. Salah satu pelajar yang ikut andil dalam pelipatan surat suara ini adalah Bagas Eko Prasetyo, 18, siswa kelas XI SMK di Madiun.

Bagas mengaku ikut menjadi petugas pelipatan surat suara untuk mengisi waktu liburan. Biasanya saat libur, dirinya hanya nongkrong dan bermain di rumah teman. Namun, dengan ikut kegiatan ini dirinya bisa mengisi waktu dengan aktivitas yang lebih bermanfaat dan menghasilkan.

"Saya baru ikut sekali ini. Kemarin dapat informasi dari tetangga, kemudian tertarik dan mendaftar. Ya lumayan hasilnya buat Lebaran," ujar dia yang telah memiliki hak suara tahun ini.

Ketua KPU Kabupaten Madiun, Wahyudi, mengatakan ada sekitar 400 petugas pelipat surat suara untuk Pilbup Madiun dan Pilgub Jatim di KPU Kabupateb Madiun. Petugas pelipat surat suara ini terdiri dari berbagai usia. 

Silakan KLIK dan LIKE untuk lebih banyak berita Madiun Raya