Menhub Ungkap Bandara Kediri Dibangun 2019

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi saat memberikan keterangan kepada wartawan di sela-sela kunjungannya di PT Inka di Kota Madiun, Selasa (29/5 - 2018). (Madiunpos.com/Abdul Jalil)
31 Mei 2018 03:05 WIB Newswire Madiun Share :

Madiunpos.com, KEDIRI -- Pemerintah masih mengkaji rencana pembangunan Bandara Kediri  dan dimungkinkan pada 2019 akan bisa dibangun. Diperkirakan, luas lahan bandara tersebut sekitar 300-400 hektare dan saat ini tanah yang sudah dibebaskan sekitar 78 persen.

"Saat ini masih tingkatkan untuk desainnya, penyelesaian tanahnya, sehingga jika itu selesai 2019 bisa dibangun," kata Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengungkapkan saat menghadiri peresmian Jembatan Wijaya Kusuma di Kecamatan Ngadiluwih, Kabupaten Kediri, Jawa Timur, Selasa (29/5/2018).

Menhub menambahkan, untuk pengelolaan direncanakan juga akan dikelola oleh korporasi yang berwenang, namun apakah PT Angkasa Pura I (Persero) atau PT Angkasa Pura II (Persero), hingga kini belum diputuskan.

"Untuk pengelola kan korporasi yang memiliki wewenang, apakah AP I atau II," kata dia.

Sementara itu, Menteri Sekretaris Kabinet Pramono Anung yang juga hadir di acara tersebut mengaku awalnya tidak membayangkan di Kediri akan mempunyai bandara. Namun, dengan adanya bandara tentunya bisa membawa dampak positif.

Pramono menyebut saat ini semua perizinan untuk rencana pembangunan bandara telah dikeluarkan oleh Menteri Perhubungan. Namun dirinya mengakui ada beberapa masalah salah satunya adalah pembebasan tanah.

Dia juga sangat berharap masyarakat akan mendukung rencana ini sebab ke depan juga demi masyakat dan tidak berharap, ada pihak-pihak yang sengaja mempersulit pembangunan bandara, terlebih lagi pembangunan itu sudah masuk program nasional.

Selain akan dibangun bandara, pemerintah pusat juga berencana membangun jalan tol yang menghubungkan Kertosono-Tulungagung. Saat ini sudah ada jalan tol yang menghubungkan Jombang hingga Sidoarjo, sehingga jarak tempuh relatif lebih singkat, dengan adanya jalan tol Kertosono-Tulungagung juga bisa lebih mempersingkat perjalanan.

"Tol Kertosono-Tulungagung ini diharapkan daerah berkembang menjadi industri baru, ekonomi baru sehingga ekonomi tidak terkonsentrasi di Sidoarjo, Surabaya, tapi di Keresidenan Kediri bisa berkembang dan itu Presiden tegaskan untuk selesaikan persoalan," katanya.

Sumber : Antara