Rileks Ngabuburit Sambil Rendam Kaki di Larutan Jamu, Mau Coba?

Warga menikmati refleksi rendam kaki menggunakan ramuan jamu saat Ngabuburit Budaya di Monumen Bantarangin, Ponorogo, Rabu (23/5 - 2018). (Madiunpos.com/Abdul Jalil)
27 Mei 2018 13:05 WIB Abdul Jalil Madiun Share :

Madiunpos.com, PONOROGO -- Jamu yang terbuat dari berbagai empon-empon biasa dikonsumsi dengan cara diminum. Tetapi, di Ponorogo ada cara unik untuk mendapatkan khasiat dari jamu yaitu dengan cara merendam kaki di larutan jamu.

Kegiatan merendam kaki ini dilakukan pada acara ngabuburit atau menunggu azan Magrib saat acara Ngabuburit Budaya di Monumen Bantarangin, Kecamatan Kauman, Ponorogo, Rabu (23/5/2018).

Penggagas refleksi rendam kaki menggunakan jamu di Ponorogo, Marsono, 35, mengatakan metode refleksi dan ramuan jamu ini sebenarnya diadopsi dari cara suku Dayak.

Dia menuturkan ramuan yang digunakan dalam refleksi rendam kaki ini terdiri dari jahe, kunyit, daun sambung nyowo, kayu secang, kayu manis, dan temulawak. Kemudian ramuan itu dijadikan bubuk dan bisa digunakan untuk merendam kaki

Ramuan tersebut kemudian dilarutkan dalam air di wadah yang cukup lebar semacam baskom. Setelah itu masukkan es batu ke dalam wadah yang sudah ada larutan ramuan. Kaki pun siap untuk direndam di ramuan itu.

"Satu kali terapi butuh waktu sekitar 15 menit. Jangan sampai kaki diangkat sebelum batas waktu itu," jelas dia.

Marsono menuturkan es batu yang digunakan untuk merendam kaki ini berfungsi mengeluarkan racun. Kemudian ramuan dari empon-empon ini nantinya masuk ke seluruh tubuh melalui telapak laki.

Ramuan dari bahan herbal ini, kata dia, bisa untuk menyembuhkan berbagai penyakit seperti asam urat, flu tulang, badan kaku, liver, gagal ginjal, kencing manis, darah tinggi, dan penyakit lainnya.

"Kalau biasanya kan jamu di minum. Ini jamu untuk direndam. Dan ini memang ramuan khusus," jelas dia.

Marsono menuturkan selama Bulan Puasa ini dirinya membuka ruang bagi masyarakat yang ingin menikmati refleksi rendam kaki ini di rumahnya di Desa Golan, Kecamatan Sukorejo, Ponorogo. Refleksi rendam kaki ini bisa dinikmati saat menjelang berbuka puasa.

Warga juga bisa menikmati refleksi menggunakan ramuan ini di rumah masing-masing. Harga ramuannya hanya Rp10.000 per bungkus. 

"Kalau pengin sembuh dari berbagai penyakit, minimal refleksi dilakukan lima kali. Insyaallah penyakitnya sembuh," jelas dia.

Seorang penikmat refleksi rendam kaki, Harminingsih, mengatakan baru merasakan refleksi rendam kaki ini. Menurut dia, setelah sekitar 15 menit merendam kaki di ramuan itu ada rasa sakit di bagian kaki.

"Saya memang punya penyakit asam urat. Jadi saat direndam terasa sakitnya," kata warga Desa Bantarangin ini.