Masjid Sewulan Saksi Penyebaran Islam di Madiun

Umat Islam beribadah di Masjid Sewulan Madiun. (Madiunpos.com/Abdul Jalil)
26 Mei 2018 17:05 WIB Abdul Jalil Madiun Share :

Madiunpos.com, MADIUN — Masjid Sewulan yang berlokasi di Desa Sewulan, Kecamatan Dagangan, Kabupaten Madiun, menjadi salah satu saksi penyebaran Islam di wilayah Madiun.

Masjid Agung Sewulan dibangun sekitar tahun 1740 Masehi oleh Raden Mas Bagus Harun atau Kiai Ageng Basyariyah. Kiai Ageng Basyariyah merupakan penyebar Islam pertama di wilayah Sewulan.

Bangunan Masjid Sewulan ini masih asri dan terjaga kondisinya. Meskipun terlihat beberapa penambahan bangunan di kanan dan kiri, namun ruang utama masjid masih dipertahankan. Situs peninggalan Islam tertua di Madiun ini pada tahun 2004 telah ditetapkan sebagai benda cagar budaya.

Di kompleks Masjid Sewulan juga terdapat area pemakaman khusus Kiai Ageng Basyariyah yang berada persis di samping selatan masjid. Pada hari-hari tertentu, seperti malam Jumat, ada banyak umat Islam yang berziarah ke makam tersebut.

Bangunan utama Masjid Sewulan ditopang dengan empat pilar atau tiang dari kayu. Di bagian depan masjid, ada kolam yang berisi air. Setiap orang yang masuk ke masjid akan melewati kolam ini supaya kakinya suci. 

Tulisan larangan dan Situs Sewulan yang berada di halaman masjid. (Madiunpos.com-Abdul Jalil)

 Masjid Sewulan Madiun tampak dari luar. (Madiunpos.com-Abdul Jalil)

 

Beduk dan kentungan di Masjid Sewulan (Madiunpos.com-Abdul Jalil)

Area permakaman di selatan Masjid Sewulan. (Madiunpos.com-Abdul Jalil)

Kolam air di serambi Masjid Sewulan. (Madiunpos.com-Abdul Jalil)

Silakan KLIK dan LIKE untuk lebih banyak berita Madiun Raya

Tokopedia