Kunjungi Pondok Gontor Ponorogo, Sri Mulyani Jelaskan Alasan Indonesia Berutang

Menteri Keuangan RI, Sri Mulyani Indrawati, saat memberikan materi tentang kondisi keuangan RI kepada santri Pondok Gontor di Ponorogo, Jumat (25/5 - 2018). (Istimewa/GontorTV)
26 Mei 2018 13:00 WIB Abdul Jalil Madiun Share :

Madiunpos.com, PONOROGO – Menteri Keuangan RI, Sri Mulyani Indrawati, berbicara mengenai keuangan negara dan utang luar negeri untuk menutup kebutuhan APBN kepada ratusan santri Pondok Pesantren Modern Darussalam Gontor di Ponorogo, Jumat (25/5/2018) malam. Menkeu menjelaskan kepada santri Gontor bahwa utang diperlukan untuk memenuhi kebutuhan keuangan negara.

"Ngurusin keuangan negara itu tidak mudah. Tahun ini APBN Rp2.220 triliun. Itu dapat duit dari mana? Pajak, sumber daya alam, perkebunan, pertanian, royalti, iuran. Tetapi pendapatan yang masuk dari itu Rp1.894 triliun. Yang lain dari utang," kata dia saat berkunjung dan buka puasa di Pondok Gontor.

Sri Mulyani menyampaikan dirinya sebagai menteri keuangan sangat tidak senang dengan hutang. Namun, itu dilakukan karena kebutuhan negara.

Dia juga menjelaskan meskipun negara memiliki kemampuan untuk mencetak uang, tetapi negara tidak bisa mencetak seenaknya tanpa ada perhitungan yang matang. Menurut dia, kalau pencetakan uang tidak dikontrol dengan ketat nantinya justru akan menimbulkan masalah baru yaitu inflasi.

"Jumlah peredaran duit itu diukur. BI yang menentukan. Menteri Keuangan tidak bisa seenaknya mencetak uang. Makanya kalau kurang kita utang. Kalau utang ya dibayar," ujar Sri Mulyani dalam siaran GontorTV yang dipantau Madiunpos.com, Sabtu (26/5/2018).

 Untuk itu, pemerintah meyakinkan penggunaan APBN itu untuk kebutuhan produktif.

Pemerintah saat ini juga sedang gencar melakukan reformasi pajak. Salah satunya dengan membuat kebijakan amnesti pajak. "Yang kaya banget ya bayar pajaknya harus banyak banget. Yang kayanya sedang ya bayar pajaknya sedang. Yang miskin enggak usah bayar pajak justru dikasih bantuan. Saat ini Indonesia sudah bekerja sama dengan 101 negara di dunia soal pelaporan orang-orang kaya yang menyimpan uangnya di luar negeri. Jadi, kalau ada orang Indonesia yang menyimpan uang di bank luar negeri, mereka akan melapor ke kita," terang dia.

Sri Mulyani menegaskan saat ini pemerintah sangat memerhatikan pendidikan masyarakat yaitu dibuktikan dengan 20% APBN untuk membiayai pendidikan masyarakat.

Dia berharap santri Pondok Gontor bisa mengakses beasiswa LPDP dan menjadi ahli di berbagai bidang seperti sains, kedokteran, teknologi, ekonomi, dan lainnya. "Saya betul-betul harapkan santri Gontor mampu menjadi penerus dan memperbaiki Indonesia," jelas dia.

Dalam kesempatan itu, Sri Mulyani meminta para santri untuk menjaga kemerdekaan Republik Indonesia yang telah diwariskan oleh para pahlawan. Serta terus menjaga persatuan dan kesatuan.

Menurut dia, setiap warga negara punya kewajiban yang sama untuk membawa cita-cita supaya menjadi bangsa yang melindungi seluruh rakyat dan menciptakan kesejahteraan bersama dna lebih berkeadilan.

"Saat ini dunia sedang berubah sangat besar. Ada yang mulai melihat kehidupan di Mars, karena di sana ditemukan air. Indonesia harus mampu menuju ke arah kepastian ke depan," jelas Sri.

Pimpinan Pondok Modern Darussalam Gontor, Hasan Abdullah Sahal, mengucapkan terima kasih kepada Sri Mulyani karena dapat hadir di PMDG dan memaparkan perekonomian RI di hadapan para santrinya. Dia berpesan semoga para santri Gontor mampu mengambil banyak ilmu dari Menkeu era pemerintahan Kabinet Kerja ini.

Tokopedia