Bayi 5 Bulan Ditinggal Ibunya di Hutan Ponorogo hingga Meninggal

Polisi dan warga membawa jasad bayi yang ditinggal ibunya di hutan Nglego, Desa Mrican, Jenangan, Ponorogo, Kamis (24/5 - 2018). (Istimewa/Polsek Pulung)
25 Mei 2018 10:15 WIB Abdul Jalil Madiun Share :

Madiunpos.com, PONOROGO -- Seorang bayi laki-laki ditemukan dalam kondisi tak bernyawa di hutan Nglego, Desa Mrican, Kecamatan Jenangan, Ponorogo, Kamis (24/5/2018). Bayi tersebut meninggal dunia  diduga karena dianiaya kemudian ditinggalkan ibu kandungnya di tengah hutan.

Bayi berusia lima bulan ini diketahui bernama Febrian Gilang Ramadan Putra. Bayi ini merupakan anak pasangan Haryono dan Tutik Setiyorini, warga Desa Wotan, Kecamatan Pulung, Ponorogo.

Haryono melapor ke Polsek Jenangan pada Selasa (22/5/2018) lalu perihal istrinya yang kabur dari rumah membawa anaknya. Haryono juga mencari-cari istri dan anaknya.

Setelah dua hari mencari dan tidak membuahkan hasil, pada Kamis (24/5/2018) sore ada laporan Tutik ditemukan di daerah Jeruksing, Kelurahan Tonatan, Kecamatan Ponorogo. "Kemudian Tutik ini diamankan dan dimintai keterangan oleh polisi terkait anaknya," kata Kapolsek Pulung, AKP Denny Fachrudianto, Jumat (25/5/2018).

Dari pengakuan Tutik, kata Denny, anaknya ditinggal di hutan Nglego dan ditaruh di antara pohon mangga dan nangka. Kondisi Tutik saat itu panik dan tidak sehat sehingga kemudian dibawa ke Puskesmas Pulung untuk mendapat perawatan.

Atas informasi dari Tutik itu, polisi  bergegas ke lokasi yang disebutkan untuk mengetahui kondisi bayi laki-laki itu. Saat ditemukan, kondisi bayi laki-laki itu sudah meninggal dunia dengan luka-luka di kepala dan pipinya.

Diduga kuat bayi berusia lima bulan itu meninggal lantaran dianiaya ibunya. "Dugaannya mengarah ke sana [dianiaya ibu] tapi kami masih menunggu visum dari rumah sakit," terang dia.

Polisi kemudian membawa jasad bayi itu ke RSUD dr. Harjono untuk menjalani proses visum. Berdasarkan keterangan Haryono, kata Denny, istrinya itu memang kerap kabur dari rumah. Namun, polisi masih mendalami kasus ini.