Meriahnya Nonton Reog dan Wayang Sembari Ngabuburit di Ponorogo

Penari cilik menampilkan tarian bujang ganong di acara ngabuburit budaya di Monumen Bantarangin, Ponorogo, Rabu (23/5 - 2018). (Madiunpos.com/Abdul Jalil)
24 Mei 2018 07:05 WIB Abdul Jalil Madiun Share :

Madiunpos.com, PONOROGO -- Masyarakat Ponorogo memiliki cara unik dalam menunggu berbuka puasa atau ngabuburit pada Bulan Ramadan 2018. Salah satunya yaitu dengan menggelar pertunjukan seni reog dan wayang sengak di Monumen Bantarangin, Kecamatan Kauman, Kabupaten Ponorogo, Rabu (23/5/2018).

Pantauan madiunpos.com, Ratusan orang memadati monumen yang ada di Desa Somoroto sejak pukul 16.00 WIB. Belasan anak menyambut dengan tarian warok, jatil, dan bujang ganong. Bunyi-bunyian gendang secara seksama mengiringi gerak tarian penari-penari cilik itu.

Setelah pertunjukan tari selesai, dalang wayang sengak, Ki Purbo Sasongko, berunjuk gigi dengan menampilkan cerita pewayangan. Ki Purbo menyampaikan pesan-pesan toleransi dan sikap gotong royong yang harus dijunjung tinggi masyarakat melalui kesenian wayang.

Foto: Dalang wayang sengak, Ki Purbo Sasongko, tampil dalam ngabuburit budaya di Monumen Bantarangin Ponorogo, Rabu (23/5/2018). (Madiunpos.com-Abdul Jalil) 

Warga yang telah hadir di lokasi acara kemudian menata daun pisang dan kemudian ditumpangi nasi beserta lauk pauknya. Anak-anak yang sedari tadi berlarian langsung menata diri dan bersiap menyantap makanan.

Ketua panitia Ngabuburit Budaya di Monumen Bantarangin, Wisnu HP, mengatakan kegiatan ini digagas sejumlah komunitas dan pegiat seni di Ponorogo. Ngabuburit ini memang penuh dengan kegiatan seni budaya seperti penampilan tari reog, wayang, dan pementasan gamelan.

Selain itu, warga yang datang untuk ngabuburit juga diwajibkan untuk membawa makanan sendiri-sendiri dari rumah. Sehingga, di tempat ngabuburit mereka bisa saling berbagi.

"Ada sekitar 500 warga yang mengikuti kegiatan ini. Mereka membawa makanan sendiri-sendiri. Sehingga mereka bisa saling berbagi," terang dia kepada wartawan.

Wisnu menyampaikan acara ngabuburit ini juga untuk memberikan pesan kepada masyarakat bahwa Islam itu agama toleran yang menghargai perbedaan.

Seorang warga, Ngatirun, mengaku sangat senang mengikuti ngabuburit budaya ini. Menurut dia, kegiatan ini sangat positif.

"Ya kita kan jadi bisa bertemu dengan orang lain dan buka puasa bersama," ujar dia. 

Silakan KLIK dan LIKE untuk lebih banyak berita Madiun Raya

Tokopedia