Industri Alas Kaki Jatim Ngedrop Menjelang Lebaran

Pengunjung memilih sepatu di pameran produk kulit. - JIBI
24 Mei 2018 01:05 WIB Peni Widarti Madiun Share :

Madiunpos.com, SURABAYA — Kinerja industri alas kaki atau sepatu di Jawa Timur sempat merosot hingga 50% akibat berbagai faktor ekonomi ditambah adanya aksi teror bom Surabaya dan Sidoarjo beberapa pekan lalu.

Ketua Asosiasi Persepatuan Indonesia (Aprisindo) Jawa Timur, Winyoto Gunawan mengatakan peristiwa bom yang sempat mengguncang Surabaya membuat masyarakat berhenti untuk mendatangi pusat keramaian. Hal tersebut otomatis membuat permintaan barang di pabrikan menjadi turun drastis.

Tokopedia

"Bukan hanya pasar domestik yang turun 30%-50%, bahkan pasar ekspor juga turun 10%-15% karena banyak buyer yang membatalkan kunjungannya ke Jatim, apalagi ada sejumlah negara yang telah mengeluarkan travel advice," katanya kepada Bisnis/JIBI, Rabu (23/5/2018).

Dia mengatakan biasanya menjelang Lebaran permintaan produk sepatu atau alas kaki lainnya meningkat 2-3 kali lipat. Namun untuk Ramadan tahun ini justru terjadi penurunan pasar karena situasi keamanan, ekonomi, dan daya saing.

"Sebetulnya 2-3 tahun lalu Ramadan itu momennya nyambung langsung dengan Lebaran dan anak-anak kembali ke sekolah. Faktor itu yang bisa mendongkrak penjualan, tetapi tahun ini tidak seindah tahun sebelumnya karena pas Lebaran, anak sekolah masih libur," jelasnya.

Winyoto memaparkan dampak lain yang menekan industri sepatu dalam negeri adalah adanya daya saing yang kuat dari industri sepatu asing seperti dari Vietnam dan China yang memiliki biaya produksi lebih rendah karena upah pekerjanya tidak semahal di Indonesia.