Terbongkar, Praktik Perdagangan Orang di Ponorogo

Kapolres Ponorogo, AKBP Radiant, menunjukkan barang bukti dokumen pengiriman TKI ke luar negeri milik tersangka human trafficking, Selasa (22/5 - 2018). (Istimewa/Polres Ponorogo)
23 Mei 2018 13:05 WIB Abdul Jalil Madiun Share :

Madiunpos.com, PONOROGO -- Aparat Polres Ponorogo  berhasil membongkar praktik perdagangan orang (human trafficking) berkedok tawaran pekerjaan sebagai tenaga kerja di luar negeri. Dalam kasus ini, polisi menangkap seorang pria bernama Eko Muhyani, 33.

Eko Muhyani ditangkap saat hendak membawa korbannya yang masih berusia 16 tahun ke Surabaya untuk diterbangkan ke Singapura beberapa waktu lalu. "Pelaku ditangkap di rumahnya di Perumahan Bhumi Citra Praja, Kelurahan Mangkujauan, Ponorogo. Saat itu dia hendak membawa korbannya ke Surabaya dan akan diterbangkan ke Singapura," kata Kapolres Ponorogo, AKBP Radiant, kepada wartawan di Mapolres setempat, Selasa (22/5/2018).

Polisi kemudian menggerebek rumah Eko Muhyani dan menemukan lima wanita yang hendak diberangkatkan ke Singapura dan Brunei Darussalam. Lima wanita itu terdiri atas dua orang eks TKW dan tiga orang calon TKW. "Salah satu korban masih berusia 16 tahun," ujar dia.

Radiant menuturkan Eko Muhyani tidak hanya terbukti melakukan perdagangan orang, tetapi juga memalsukan dokumen tiga calon korbannya yang hendak dikirim keluar negeri. Untuk menarik minat para korbannya, Eko mengiming-imingi dengan gaji tinggi mencapai Rp5,5 juta/bulan.

Para korban kemudian mengikuti arahan Eko tanpa meminta izin orang tua mereka. Kasus ini terbongkar setelah orang tua korban mencari tahu keberadaan anaknya itu hingga akhirnya diketahui mereka berada di rumah Eko di Ponorogo.

Selanjutnya, orang tua korban melapor ke polisi dan dilakukan penggerebekan. Atas perbuatannya, Eko Muhyani dijerat UU No. 21/2007 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Perdagangan Orang dengan ancaman hukuman paling lama 15 tahun penjara dan denda paling banyak Rp600 juta. Selain itu juga dijerat Pasal 83 UU tentang Perlindungan Anak dengan ancaman hukuman penjara maksimal 15 tahun dan denda maksimal Rp300 juta.