PPDB 2018 di Tulungagung Tutup Peluang Siswa Titipan

Ilustrasi pelajar (Solopos/Whisnupaksa Kridhangkara)
21 Mei 2018 01:05 WIB Newswire Madiun Share :

Madiunpos.com, TULUNGAGUNG-- Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) di Kabupaten Tulungagung tahun 2018 ini menggunakan sistem daring yang dioperasionalkan oleh jaringan lembaga perguruan tinggi ITS dan Universitas Airlangga, Surabaya.

Dalam aplikasi yang dibuat, pendaftaran sepenuhnya dilakukan secara online (daring). Kepala Cabang Dinas Pendidikan Jawa Timur wilayah Tulungagung Solikin mengatakan tidak ada lagi mekanisme pendaftaran langsung atau manual yang selama ini menjadi peluang KKN jalur penitipan siswa.

"Dengan aplikasi ini, dan penerapan sistem zonasi secara penuh, ada ketentuan meliputi jalur umum, prestasi, inklusif, bidik misi dan mitra warga. Semua ketentuan itu ditetapkan oleh pihak provinsi," ujar dia di Tulungagung, Minggu (20/5/2018). 

Solikin menegaskan tidak akan ada peluang "siswa titipan" dalam proses PPDB 2018.

"Kami tidak ada toleransi terhadap oknum yang melakukan titip-menitip siswa. Sistem zonasi tahun ini berlaku penuh," kata dia. 

PPDB Jatim secara resmi akan dibuka pada 25 Mei 2018. Namun, masyarakat sudah bisa mengakses website PPDB Jatim yang dikendalikan jaringan perguruan tinggi ITS dan Unair itu sedari pekan kemarin.

Pada website itu, dijelaskan pula adanya zonasi untuk seluruh kecamatan di Tulungagung, sehingga calon siswa bisa melihat secara mendetail, di mana saja sekolah yang disarankan untuk dimasuki saat PPDB nanti.

"Zonasi ini diprioritaskan bagi siswa yang rumahnya dekat dengan sekolah, sehingga siswa tidak perlu mengeluarkan ongkos transportasi ketika menuju ke sekolah," tuturnya.

Solikin mengakui dalam pelaksanaan PPDB tahun lalu pihaknya kurang begitu gencar melakukan sosialisasi, sehingga masih banyak oknum yang memanfaatkan demi kepentingan pribadi dengan mengatasnamakan beberapa pejabat yang dapat menjamin siswa tersebut dapat diterima disekolah yang dituju.

Padahal pihaknya hanya sebatas mengantar ke Provinsi, dan yang menentukan dari provinsi. "Maka dari itu, saya tegaskan kembali tidak ada titip menitip siswa. Sebab risiko ditanggung sendiri oleh lembaga sekolah," katanya.

Solikin menambahkan kendati demikian pihaknya mengingatkan agar siswa yang akan melanjutkan pendidikan ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi agar terlebih dahulu mendapatkan pin di sekolah terdekat dari rumahnya.

"Karena hanya dengan pin itu mereka bisa mengakses dan mendaftar ke sekolah yang ingin dituju. Siswa harus memiliki PIN terlebih dahulu. Dan siswa hanya diberikan kesempatan untuk memilih salah satu antara SMA atau SMK, dalam artian setelah mendaftar ke SMA tidak boleh mendaftar juga ke SMK," ujarnya. 

Tokopedia

Sumber : Antara